Jajan demi Kemajuan Ekonomi #SmescoNV

jajan yuk..

Saya punya seorang teman yang suka sekali jajan, namanya Bu Widi. Ketika kami sama-sama pergi ke Pulau Buru, ia selalu mencari tempat jajan. “Dlien, ayok ke Pasar Malam,” ajaknya. Saya segera menyalakan motor dan segera membawanya ke Pasar Malam di ujung Desa Waplau. Setiap minggunya, semua desa di Pulau Buru mengadakan Pasar Malam. Untuk di Desa Waplau, pasar malam diadakan setiap malam Selasa. 
 
Kami pun bergegas, jalanan lebih riuh dari biasanya. Karena memang pasar malam adalah hiburan bagi masyarakat disini. Mereka akan bertumpah ruah, saling menyapa dan bercanda di hajatan bagi warga desa. Karena lokasi desa di Pulau Buru saling berjauhan dan membutuhkan waktu lama jika ingin mencapai Kota Namlea. Dari Waplau saja butuh waktu sekitar 1 jam lebih untuk mencapai Namlea. 
Kembali ke Bu Widi, ia yang doyan jajan selalu mengajak saya untuk berbelanja sesuatu dari suatu daerah. Sangat ringan tangan untuk membeli barang dari pedagang-pedagang kecil. Di Pasar Malam tersebut, ia membeli bakso tusuk, buah jambu, buah pisang dan beberapa makanan kering. Saya agak bingung dengan kebiasaan bu Widi. Sangat jarang menemukan ibu-ibu yang mencontohkan untuk jajan di luar. Hehe. Bunda lebih sering menyuruh saya untuk makan di rumah, daripada jajan sembarangan. 
Saya pun mempertanyakan alasan bu Widi kenapa suka sekali jajan. “Karena dengan jajan, kita bisa membantu perekonomian si penjual. Mereka penjual kecil yang bisa dibantu dengan dibeli barangnya,” ujarnya. Ah betul juga. Alasan yang logis. Dengan membeli barang dagangan mereka, kita bisa ikut membantu perekonomian mereka. 
Tak perlu berbicara panjang lebar mengenai perekonomian nasional, tapi sebagai warga negara, kita perlu memberikan bukti. Bukti kecil inilah yang saya dapatkan dari Bu Widi. Beliau yang selalu berusaha membeli barang-barang dari penjual kecil dan juga di toko-toko lokal. Ia pernah memborong beberapa potong pakaian dari toko oleh-oleh di Ambon. Pssstt, saya juga dapat berkahnya. Hihihi. 
Brand Lokal (Jajanan) Lebih Keren
Bu Widi adalah contoh untuk membeli barang-barang dari pedagang-pedagang lokal. Dan memang saat ini brand lokal terutama dalam bidang kuliner sedang boomingdan memiliki inovasi yang keren-keren. Tak bisa kita pungkiri, Indonesia adalah negara yang kaya dengan beragam dengan aneka jajanan. Misalnya saja cenil, getuk, kue cubit, kue apem, siomay, soto betawi, soto mie, coto, konro, pallu basa, dan lain sebagainya. Duh jadi laper.. Dan di seluruh pelosok negeri dengan kekhasan jajanan masing-masing bisa menjadi keunikan serta nilai tawar tersendiri. 
promosi via instagram @uri_kimbab
Salah seorang senior di Makassar, saat ini sedang mempromosikan kekayaan kuliner Makassar lewat brand Dapur Marasa. Selain makanan lokal, makanan khas dari luar negeri juga laris manis. Seorang teman, sedang gencar-gencarnya mempromosikan makanan Jepang dengan brand Uri_Kimbab. Harganya yang tidak terlalu mahal dan enak, menjadikan kedua makanan ini digemari di Makassar. 
Ada dua hal yang diduga menjadi alasan kembalinya pamor jajanan pasar, pertama karena  inovasi yang dilakukan oleh produsen jajanan pasar. Inovasi yang meliputi ukuran, bentuk, tagline dan juga pengemasan membuat produk ini laris manis. Kedua karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengetahui riwayat makanan. Pasti konsumen lebih merasa aman, jika penjualnya kita kenal dengan baik. 

Yuk Jajan di SME Tower

Selain itu, gencarnya promosi baik media sosial ataupun secara offline, membuat masyarakat lebih aware tentang jajanan. Promosi via facebook, twitter ataupun instagram digunakan oleh penjual untuk mempromosikan produknya. Tak hanya lewat media daring, secara offline pun, para penjual juga bisa menjual produk makanannya di gerai-gerai terkenal seperti di Gallery UKM SMESCO yang terletak di Gedung SME Tower. Bekerjasama dengan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, para penjual produk kuliner bisa memamerkan produk jajanan mereka kepada pengunjung.

Menurut saya, mengumpulkan produk kuliner di satu tempat merupakan cara efektif untuk memperkenalkan kekayaan produk jajanan Indonesia. Jadi para pecinta jajanan khas tak perlu jauh-jauh untuk ngemil enak. 😀

Yuk, mulai biasakan jajan untuk ikut mendukung perekonomi nasional. 😀

 ditulis di Kantor Kak Agus, Pasar Minggu
21:42 WIB Minggu, 11 Oktober 2015
sambil belajar TOEFL untuk besok. Wish Me Luck. 😀

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *