Memilih Keputusan di Seperempat Abad

keep smile, dlien!
Biarlah. . .
Biarlah semua
Berlalu seperti waktu
Tak perlu kau tangisi
Semuanya akan pergi

 

Dan itulah penggalan lirik lagu yang menjadi lagu terfavorit saya selama menjelajah di Pulau Buru. Lagu Andra and The Backbone berjudul Perih. Sebuah lagu yang mengajarkan bahwa semua keputusan yang kita ambil akan berlalu. Seberapun perih nya hal tersebut, semua akan berlalu dan tak perlu untuk ditangisi. Sehingga saya pun berusaha merefleksikan apa yang sudah saya lakukan selama seperempat abad sejak saya lahir.
 
Banyak kejadian akhir-akhir ini yang membuat saya begitu banyak berfikir. Perjalanan panjang di umur ke 25 banyak keputusan-keputusan besar yang saya buat. 
Keputusan pertama saya, ketika saya memilih merantau untuk menimba ilmu di Kediri dan bertemu dengan banyak orang disana. Orang-orang yang membuat saya merasa betah dan semangat. Dan akhirnya semangat mereka membuahkan hasil, saya berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan lanjutan. Tak bisa saya pungkiri juga doa semua orang kepada saya menjadikan saya berada di posisi yang diinginkan oleh ribuan orang. Semoga bisa tetap istiqamah. 
Keputusan kedua adalah berani mengambil sikap untuk mengambil amanah. Mengikuti banyak kegiatan membuat saya diperhadapkan dengan keputusan-keputusan. Dan di tahun ini saya mendapatkan kesempatan untuk memimpin kegiatan yang memiliki dampak yang lumayan berat terhadap hidup saya. Tapi sekarang saya bersyukur telah mengambil keputusan itu, karena saya mendapatkan keluarga baru yang tak pernah saya impikan sebelumnya. Terkadang kita merasa telah mengambil keputusan yang tepat setelah mengambil kesempatan tersebut. “We never know, until we try”. 
Keputusan ketiga adalah menentukan bahwa harus ada kalanya saya mengatakan “stop, Dlien! Ambil kesempatan yang lain! Jangan berkubang pada satu hal yang sama”. Karena seringkali kegagalan pertama dan kedua adalah sebuah pertanda bahwa kita harus merenung dan mencoba pilihan lain. Saya jadi ingat sebuah cerita tentang seseorang bernama Colonel Sanders yang tak berhasil diterima di pekerjaan lain, ia pun mencoba di pekerjaan lain, disana ia malah dipecat. Ia pun mencoba pekerjaan lain, ternyata di umur 85, di pekerjaan terakhir itulah ia menjadi orang yang sangat dihormati. Menjadi pengusaha sukses dengan brand yang kita kenal saat ini, KFC.
Mencoba bukan berarti harus menggali di lubang yang sama. Belajar dari tempat pertama dan mencoba di tempat kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Dan di tahun ini saya menunda mimpi saya untuk berangkat ke Kanada. Saya akan berpindah kuliah di Wageningen, Belanda. Bismillah. Semoga saya bisa mencapai Dalhousie University di saat saya mengambil S3. Aamin ya rabbal alamin. 
Dan keputusan terbesar saya di akhir tahun lalu untuk menikahi seseorang yang tidak pernah menyerah kepada saya. Seseorang yang tidak akan pergi ketika saya memintanya untuk meninggalkan saya. Padahal saya telah memintanya berkali-kali. Tapi ia bergeming dan tetap terdiam disampingku. Awalnya saya merasa bahwa tak mungkin ia akan berjodoh dengan ku karena berbagai hal. Tapi saya tak menyangka bahwa ia memegang komitmennya sedari dulu “Saya tak akan pergi dari sisimu. Saya akan memegang teguh janjiku,” ucapnya suatu hari ketika kami berdua sedang bertengkar hebat. Dan di umur 25, mimpi untuk memiliki pendamping hidup pun terkabul. Terima kasih atas keputusanmu untuk tidak menyerah, By. Saya selalu mengingat kata-kata itu. Selalu. 
Cieeee udah 26 ciiieeee…
Dan bagi saya memilih keputusan di umur 26 tak semudah ketika saya masih menjejak di angka 20. Semoga saya bisa semakin dewasa dalam mengambil keputusan. Karena mulai sekarang keputusan-keputusan ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang lebih banyak manusia.
“Selamat mengulang hari lahir, dlien. Semua ini hanya perjalanan, bukan tujuan.”
Ditulis di Penginapan Delta, Kota Namlea
Rabu, 12 Januari 2017 7:44 WIT
Sambil dengar lagu Perih – Andra and The Backbone

You may also like

2 Comments

Leave a Reply