Benteng Amsterdam di Ambon, Tempat Rumphius Meneliti

  Benteng Amsterdam pernah jadi tempat tinggal dan juga lokasi penelitian bagi seorang Rumphius, ahli botani VOC yang banyak meneliti flora dan fauna di Maluku. Mendengar kata Amsterdam pikiran langsung terbayang dengan kota Amsterdam di Belanda. Sebuah benteng yang terletak di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi saat pergi ke Ambon. Sejarah Benteng Amsterdam Sebuah benteng ini awalnya dibangun saat Portugis masih berkuasa di Indonesia sekitar tahun 1512. Benteng ini awalnya berbentuk sebuah loji.  Mereka menggunakan benteng ini sebagai salah satu tempat penyimpanan rempah-rempah yang diambil […]

Continue Reading

Pantai Jikumerasa di Pulau Buru

Siapa yang tak kenal dengan Pantai Jikumerasa di Pulau Buru? Pantai ini telah masuk menjadi salah satu objek wisata yang paling terkenal di Pulau Buru. Jika datang ke Kota Namlea, selalu sempatkan singgah untuk datang ke pantai ini. Berjarak sekitar 27 kilometer dari Kota Namlea, terletak di Desa Jikumerasa. Menurut Lonely Planet, pantai ini termasuk salah satu pantai yang wajib didatangi ketika singgah di Buru. Dengan pasir berwarna putih terang yang mirip tepung terigu menjadi pantai yang sangat cantik. Apalagi ketika sunrise atau sunset dihabiskan di tempat ini. Saat ini pantai […]

Continue Reading

Pantai Pasir Pink di Maluku

Selama ini pantai pink identik dengan daerah Nusa Tenggara, namun ternyata saya menemukan pantai berpasir pink di daerah Maluku. Hal ini terjadi saya selalu melewati Kampung Bajo di Pal Lima tanpa menoleh. Karena pantai ini terletak di pinggir jalan. Biasanya sudah banyak orang disana. Dan saya tidak suka dengan keramaian kalau di Buru. Saya lebih suka dengan pantai yang jarang dikunjungi oleh manusia. Karena saya bisa lebih banyak berdiam dan menikmati keindahan alam tanpa terganggu oleh kehadiran spesies bernama manusia.  Tapi karena Mandy, peneliti dari Wageningen University membutuhkan data dari Kampung […]

Continue Reading

Sunrise View from Tatanggo Hills, Namlea

  Sedari pagi kami berusaha menyelesaikan tugas sebelum beranjak dari penginapan. Karena pagi ini adalah pagi terakhir, saya berusaha menghabiskannya untuk menjelajah. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 WIT. Sebenarnya sudah agak terlambat untuk melihat sunrise, tapi kami berdua tetap memaksa untuk menuju Bukit Tatanggo. Bukit ini masuk dalam daftar wisata andalan Pulau Buru, menurut website resmi Kabupaten Buru.  Perjalanan ke Bukit Tatanggo tidak membutuhkan waktu lama. Dari daerah Simpang Lima jika menggunakan sepeda motor hanya menghabiskan waktu sekitar 5 menit. Kami memberhentikan ojek di depan BNI Namlea, langit sudah berwarna pink […]

Continue Reading

Sweet Escape at Lala Beach

Matahari masih belum nampak, saya bergegas menyiapkan kamera dan air minum. Pagi ini adalah dua hari terakhir sebelum saya meninggalkan Pulau Buru. Karena itu saya tak ingin menyiakan kesempatan. Menurut informasi dari seorang teman, salah satu spot bagus untuk melihat matahari terbit adalah Pantai Lala. Nah, atas rekomendasi inilah saya pun dan kedua teman saya segera mencari ojek untuk mengangkut kami ke Desa Lala. Dalam pemahaman kami bertiga, pantai Lala terletak di Desa Lala. Kami pun menyetop ojek, saat itu waktu masih menunjukkan pukul 5.40 WIT. Langit masih gelap, bintang masih […]

Continue Reading

Peluh Keringat Pencari Daun Kayu Putih

Pulau Buru identik dengan minyak kayu putih. Sejarah minyak kayu putih sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda disini. Saya mengunjungi sebuah ketel, sebutan untuk tempat penyulingan daun kayu putih untuk menjadi minyak kayu putih. Lokasi ketel tersebut di Desa Wamlana, sebuah desa yang jaraknya kurang lebih 100 kilometer dari Kota Namlea. Setiap pagi para pekerja pencari daun kaun putih sudah siap dengan keranjang besar yang terbuat dari anyaman bambu. Di saat subuh mereka suda menyiapkan tongkat untuk menarik batang kayu putih yang dirasa tinggi. Ada dua cara bagi mereka untuk mendapatkan […]

Continue Reading

Cerita Perjalanan Menuju Pantai Ora (Part 1 – start)

Namanya Pantai Ora, saya mendengarnya ketika orang-orang menyebut tempat-tempat keren yang harus saya kunjungi selama bekerja di Maluku. Namun ketika saya mensearching detail perjalanan dan biaya menuju Pantai Ora, saya pun mundur teratur. Pantai Ora memang keren, tapi apa daya dengan gaji buruh saat ini, saya tidak mungkin mencapai tempat tersebut. Harus menabung beberapa bulan untuk datang ke pantai itu. Saya pun memendamnya dalam-dalam, berharap ada malaikat baik hati yang membiayai perjalanan saya kesana. Ternyata doa itu didengar oleh Allah SWT, lama setelah saya mengubur dalam-dalam impian saya untuk bisa kesana. […]

Continue Reading