Kembang api dan hal yang sia-sia (Refleksi dan Resolusi)

Tahun 2013 berganti wajah. Ia tak lagi bernama masa kini, ia berganti nama menjadi masa lalu. Sebuah refleksi pun saya torehkan, sekedar mengingat apa saja yang akan saya lakukan di masa depan yang bernama 2014. πŸ˜€
Awal tahun ini akan menjadi penanda sejarah di tempat baru. Saya akan meninggalkan Makassar, kota yang berhasil membuat saya menjadi sosok yang lebih kalem dan lebih pendiam. Kota yang sarat akan kenangan dan impian seorang anak kecil yang beranjak dewasa. Kota yang penuh dengan canda tawa bahkan air mata. Saya akan meninggalkannya…
Karena itulah, refleksi yang saya tuliskan akan menjadi sebuah monumen bahwa saya pernah mengalami distorsi. Sulit mengambil keputusan. Apakah saya meninggalkan Makassar dan tetap bertahan pada kenyamanan? Dan ternyata saya memilih meninggalkan Makassar untuk satu tahun ini. Pergi dan akan kembali…
Tapi entah kenapa, hal ini terasa sangat berat. Seakan ada ribuan ton batuan menghujam tulang belakang. Oke, saya tak akan membicarakan masalah hati dan hal-hal yang tak pernah selesai. #tsaahhh..
Ketika kembang api pertama meledak di Pantai Seruni, Bantaeng pukul 00:01 Wita. Saya langsung terdiam. Saya nyaris tersedu. Secepat inikah 2014 datang dan menyapa? 
Resolusi di tahun 2013 hanya sedikit yang berhasil dilaksanakan dan agak meleset. Misalnya saja lulus bulan 6, berganti menjadi bulan 12. Memenangkan lomba blog, malah jadi memenangkan lomba karya tulis. Berjalan-jalan ke Indonesia Timur eh malah tersasar di Indonesia barat. Hal-hal inilah yang menimpa saya di tahun 2013. Saya sangat bersyukur tahun 2013 berhasil membuat saya menjadi lebih pendiam. πŸ˜€
Kembali ke resolusi 2014, saya tak akan muluk-muluk untuk berjanji pada diri saya sendiri. πŸ˜€
1. membuat buku tentang travelling di Indonesia timur
2. memenangkan lomba menulis
3. beli kamera Canon G 1 X
4. belajar memasak
5. menambah teman 1000 orang di tempat baru
6. menulis setiap minggu dan sharing di blog
7. turun 10 kg (saya obesitas)
8. rajin diving dan berenang, kalau bisa mau ikut karate lagi. πŸ˜€
9. harus rajin baca Al-Quran dan shalat ga boleh bolong-bolong. #bismillah
10. nyari scholarship dan latihan TOEFL! Eropahhh. Tunggu aku untuk menuntut ilmu di negerimu.. πŸ˜€
Segitu aja. Hal ini untuk membuat saya ingat selalu punya target yang jelas dan terarah. Agar tak hanya sekedar jadi kembang api dan sia-sia… πŸ˜€
Hidup Indonesia ada di tangan kita. Para pemuda yang saat ini bermimpi dan akan bangun Indonesia….. Ayooooo.. #semangat!
Bantaeng dan dituliskan di Laboratorium Toksikologi Laut
1 Januari 2014 dan 6 Januari 2014

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *