Menulis saja dulu, dlien

Sudah terlalu sering menulis mengenai refleksi di tahun yang lalu dan menuliskan harapan serta mimpi di tahun berikutnya. Namun tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi banyak orang. Untuk bisa melewatinya dan masih berkumpul bersama keluarga merupakan hal yang sangat menyenangkan. Karena saya yakin diluar sana, masih banyak orang yang tak seberuntung saya.

Karena itu, di tahun 2021 ini saya ingin membuat harapan besar. Banyak mimpi yang ingin saya selesaikan di tahun ini yang sempat terbengkalai di tahun lalu.

Terjebak Pikiran Sendiri

Sejak divonis terkena depresi ringan di Belanda, saya selalu berpikir bahwa saya ini manusia yang lemah, bodoh, tak berguna, bahkan sering menganggap bahwa lebih baik saya mati saja. Dan pikiran-pikiran itu semakin kuat setelah habis melahirkan. Saya pun terkena syndrome baby blues. 2 minggu saya tak mau menyentuh bayi saya sendiri.

Pikiran-pikiran yang membuat saya semakin jauh dari kondisi real yang saya hadapi. Butuh waktu lama untuk bisa berdamai dengan diri sendiri. Dan ternyata tahun 2020 ini membuat saya lebih healing. Karena saya punya waktu untuk diri saya sendiri.

Saya yang biasanya sering memaksakan diri untuk bertemu orang, punya alasan untuk diam dirumah dan memanjakan diri saya. Saya pun berusaha untuk tidak mengikuti perkembangan orang di luar sana. Saya lebih menutup diri. Agar tidak terjebak pikiran-pikiran saya sendiri.

Healing di 2020

Walaupun tahun 2020 ini merupakan tahun yang berat, namun saya merasa bahwa saya mendapatkan kesempatan untuk sembuh luar biasa di tahun ini. Saya punya banyak waktu untuk stay bersama keluarga. Punya waktu untuk belajar lebih banyak. Waktu untuk berdiam diri lebih sering. dan lain sebagainya.

Hingga akhirnya tahun 2020 pun usai dan kita menyosong tahun yang baru. di tahun ini saya berharap bisa lebih mudah untuk menyuarakan apa yang ada di dalam pikiran saya. Tak hanya jadi sekedar pikiran lalu lalang. Saya ingin menulis tanpa harus takut dinilai rendahan. Saya ingin menyuarakan apa yang selalu saya pikirkan. Agar isi dalam kepala saya tak meledak dan malah mengakibatkan kelelahan dalam diri saya.

Sudah cukup terjebak dalam pikiran saya sendiri. Suara-suara yang sering saya takutkan muncul ternyata tak pernah terjadi.

“tulisan kamu jelek,”

“tulisan kamu gak bermanfaat,”

“tulisan kamu gak sesuai dengan background kamu,”

Alhamdulillah, para pembaca maupun teman-teman masih baik untuk menyimpan kritiknya di dalam hati. 🙂 Tapi kalau memang ada yang kurang, bisa juga disampaikan melalui japri, heheh.

Harus ditulis

InsyaAllah sekarang semua akan ditulis. Karena bukankah, lukisan yang paling abstrak pun ternyata punya peminatnya. 🙂 Sama seperti tulisan, insya Allah tulisan yang paling absurd pun masih punya pembaca.

Yang penting sekarang semuanya ditulis. Menulis saja dulu, dlien. 🙂

 

ditulis di Makassar 23:37 WIB

sembari hujan rintik-rintik mewarnai Makassar

 

 

8 Replies to “Menulis saja dulu, dlien”

  1. Waaa semangat, Kak! Aku yakin tulisanmu bisa menginspirasi banyak orang 😀

  2. Sepakat, Mbak. Ibaratnya, nyerocos aja dulu. Nanti lama-lama kalau jadi kebiasaan rutin, akan mengasyikkan hehe. Semoga tahun ini bisa lebih rajin ngeblog hahahaha

  3. Iya mbak mending menulis aja sesuai apa yang pengin kita tulis ,gak perlu mendengarkan bisikan” yang takut gak bermanfaat dll, toh tulisannya gak merugikan orang lain hehe

  4. iyaa. ak suka kepikiran bahwa tulisan itu harus bagus dkk. haha. padahal itu yang bikin kita jadi malas nulis. ak mau berusaha supaya gak kemakan dengan pikiran tersebut. semangat ngeblog lagi yukk. 🙂

    btw, gimana kabar kamu qy? semoga sehat selalu bersama istri yaa 😉

  5. ahaha. tapi karena saya suka kepikiran bahwa tulisan di blog itu harus bagus dan sesuai struktur, makanya jadi ribet. dan akhirnya malah ga nulis-nulis. Padahal banyak banget ide yang ada di dalam kepala. Semoga kita terus konsisten ngeblog ya mas 🙂

  6. Terima kasih kak. Ak juga suka baca tulisan-tulisanmu. Mengalir dan renyah. Jadi betah baca disitu lama-lama. Terima kasih ya kak 🙂

  7. Wah, terima kasih!

  8. Semangat! Hahaha! Alhamdulillah kabar baik, makasih ya mbak. Sama-ssama 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!