• 2020,  indonesia,  Journey,  makassar,  Opinion

    Nyanyian Sendu Sang Kupu-kupu

    Nyanyian Sendu Sang Kupu-kupu, dulu ia dikenal sebagai penguasa di Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung, namun kini ia harus tergusur dari singgasananya. Kalah oleh kelakuan tamak manusia. Padahal jika ia tetap berada di tahtanya, alam tak akan menderita. Kerajaan Sang Kupu-kupu Perjalanan Alfred Russel Wallace ke pedalaman Sulawesi membuatnya takjub. Kedatangannya pada tahun 1856, 1857, dan 1859 membuatnya mengumpulkan spesimen ribuan hewan dan tanaman. Ia menuliskan di dalam buku perjalanannya “We now come to the Island of Celebes, in many respects the most remarkable and interesting in the whole region, or perhaps on the globe, since no other island seems to present so many curious problems for solution.” (Wallace 1876) Dan…

  • makassar,  Opinion

    Nostalgia Kelam Nelayan Bajau di Wuring

    Namanya Pak Rahman, umurnya tidak ia ketahui secara pasti. Ia hanya menyebutkan angka 70 untuk membuat saya tidak lagi bertanya mengenai umurnya. Ia sudah tinggal di Flores sejak lama. Awalnya ia lahir di Kabupaten Ende, namun ia memutuskan untuk menjadi nelayan dan pindah di Wuring. Dimana di daerah Wuring, banyak warga pendatang dari Sulawesi Selatan seperti Bone, Sinjai, Bulukumba, Makassar dan Maros. Ia pun menikah dengan salah seorang wanita keturunan Bugis.  Sejak saat itu ia pun berprofesi sebagai nelayan. Pekerjaan yang ia pilih ini rupanya membuat hidupnya memiliki banyak cerita. Ia berkisah mengenai ikan-ikan yang dulu sangat mudah dipancing. Ikan-ikan pelagis seperti ikan tembang, ikan layang, ikan ekor kuning bisa…

  • 2012,  atrasina adlina,  budidaya permai,  makassar,  polygon,  sepeda,  unhas

    Alasan Kenapa Harus Bersepeda Setiap Hari

    “kamu gag capek naik sepeda dari rumah sampe kampus?”  “banyak debu, nanti gampang sakit!” “ih, tahanmu deh kena sinar matahari, nanti tambah ma’lotong ko!” atau beragam pertanyaan lainnya ketika saya mulai bertekad untuk membeli sebuah sepeda pada awal tahun 2010. Sebuah sepeda hijau dengan merk Polygon. Kali itu, Tante Inti memberikannya sebagai hadiah ulang tahun ke 19. Senang sekali, setelah sekian tahun tak bersepeda di Bogor, di kota ini saya diberikan kesempatan untuk menjadi seorang biker! 😀  Setiap hari, saya menggayuh sepeda dari rumah tante Elmi di Perum Dosen Tamalanrea ke Kampus Merah. Membutuhkan waktu sekitar 10 menit hingga sampai di kampus. Ketika perkuliahan dimulai sepeda dititip di Kantin Bambu…

  • Anak-anak,  bahaya,  brutal,  indonesia,  jakarta,  konflik,  kota bogor,  makassar,  pendidikan,  siswa,  tawuran,  tewas

    Kekerasan ini WAJIB diakhiri!!!

      Telinga kita sudah “panas” mendengar tawuran antarpelajar atau antar mahasiswa ini semakin menjadi-jadi bahkan masuk dalam kategori BRUTAL. Bahasa halusnya, SANGAT MENGERIKAN!! Tawuran di dunia pendidikan itu telah menyebabkan pelajar ataupun mahasiswa tewas sia-sia. Dalam satu bulan terakhir, secara beruntun terjadi tawuran yang menewaskan enam orang siswa dan mahasiswa.Tengok kematian siswa SMA Negeri 6, Alawy Yusianto Putra yang dicelurit oleh siswa SMA lainnya. DUa hari berselang anak SMK Yayasan Karya tewas disabet celurit. Sebulan sebelumnya Jasuli, siswa SMP 6 tewas disambar commuter line. Ia meninggal ketika berlari menghindari massa. Di Bogor, tawuran juga menyebabkan tewasnya seorang pelajar, Agung. (Kompas, 19/10).  Itu belum seberapa, baru-baru ini kita mendengar tawuran mahasiswa…

  • 2012,  gubernur,  indonesia,  makassar,  pemilu,  politik,  pulau,  spermonde,  SPICE,  walikota

    Ketika Politik Berada di Pulau

    Ketika saya tinggal di Pulau Lanjukkang, ada kejadian menarik yang patut kita renungkan. Tuan rumah yang kami tinggali memiliki 4 orang cucu, semuanya masih dibawah 10 tahun. Kami tiba malam hari di Pulau Lanjukkang, setelah selesai melakukan penelitian di terumbu karang sekitar pulau Lanjukkang. Malamnya kami ngobrol banyak dengan pemilik rumah yang notabene menjabat sebagai kepala dusun.  Pembicaraannya lebih ke arah sosial ekonomi di pulau kecil ini. Saya menyebutnya dusun karena hanya dihuni oleh 13 KK, tak sesuai dengan target para calon walikota. Calon walikota atau Gubernur tak pernah menyambangi pulau yang tak memiliki air bersih. Mereka tak pernah membangun apapun untuk meraup suara warga. Mungkin karena jumlah pemilih di…

  • 2012,  indonesia aqua culture,  makassar,  menteri kelautan

    Jalan-jalan di IAC dapat Bakso dan Siomay Ikan Gratis!

    Indonesia AquaCulture (IAC) 2012 menjadi salah satu ajang prestius bagi Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia (9-12/6). Kali ini Makassar boleh berbangga, karena menjadi tuan rumah bagi IAC. Pada pembukaan Indonesia AquaCulture 2012, Menteri Kelautan Bapak Cicip hadir disana.  Namun sayang, pada saat itu saya tidak hadir, karena masih sibuk survey dengan Bang Arifuddin. Hehehee. Jadi, ketika saya dapat lokasi survey di Losari, kami berdua menyempatkan hadir di IAC. Awalnya kami hanya mau mengkoreksi hasil survey kami selama satu hari, namun akhirnya kami tergoda untuk masuk dalam pameran.  Rumput laut juga menjadi komoditas pameran kali ini. olahan dari rumput laut tersedia nyaris di semua stand.Sulawesi Selatan sendiri menjadi salah satu sentra…

  • ketan,  makanan khas,  makassar,  songkolo,  telur asin

    Ketan Itu Namanya Songkolo

    Kuliah di Makassar, sebuah kota yang kaya dengan kuliner nikmat. Banyak hidangan yang baru saya cicipi ketika kuliah disini. Mulai dari Coto Makassar, Konro Bakar, Pallu Basa, Songkolo, Sop Saudara, dan kudapan lainnya. Hhmmm. Mungkin tak lengkap jika jalan-jalan ke Makassar tanpa mencicipi makanan khas kota ini. Makanan yang tadi saya sebutkan ada yang memang lebih nikmat dimakan pada siang hari, pagi hari dan malam hari. Untuk siang hari, enak untuk menikmati santapan konro bakar, es pisang ijo, es pallu butung. Untuk makanan yang berkuah lebih nikmat dimakan malam hari, seperti coto, pallu basa, dan sop saudara. Tapi, selain makanan berkuah, saya juga merekomendasikan Songkolo Bagadang.  Songkolo Bagadang Alhamdulillah Makanan…

  • makassar,  perempuan,  pesisir

    Nasib Perempuan Pesisir

    Pernahkah kalian mencoba datang dan berkunjung di daerah pesisir? Sebuah daerah yang lekat dengan kata “kemiskinan”. Melihat secara langsung daerah yang seharusnya butuh perhatian lebih oleh kita dan pemerintah.  Sebanyak 30 ribu penduduk miskin di negeri ini hidup di pesisir pantai dan bekerja sebagai nelayan. Mereka umumnya miskin karena hasil tangkapan tak menentu akibat cuaca yang tak bersahabat. Belum lagi harga bahan bakar minyak yang semakin tinggi. Jarang mencukupi antara pemasukkan dengan pengeluaran setiap kali melaut.  Istri nelayan, karena tidak memiliki pengetahuan yang memadai, membuat mereka bekerja serabutan. Misalnya membuat arang dari akar mangrove, ikut memilin kail untuk suaminya melaut, dan juga mengurus anak. Masih sedikit perempuan pesisir yang tersentuh…

  • blog,  lomba,  makassar,  south sulawesi,  visit,  wisata kota,  wisata sejarah

    Ayo, Ber-Wisata Kota dan Sejarah di Makassar!

    Di era otonomi daerah seperti saat ini, setiap kabupaten dan kota bagaikan bersaing membangun fasilitas pemerintah seperti rumah dinas, perkantoran, dan lain-lain yang serba besar. Tak hanya itu pembangunan yang semerawut membuat bangunan bersejarah semakin tersingkir keberadaannya. Saya membaca sebuah tulisan tentang Gedung Bank Indonesia yang pernah berdiri di Jl Nusantara dan akhirnya sekarang harus dirubuhkan karena pelebaran jalan. Cckckc. Ironi.. Makassar memiliki potensi untuk dijadikan sebagai tempat wisata kota, sejarah dan budaya. Karena banyaknya tempat dan situs bersejarah yang patut anda kunjungi ketika datang ke kota Daeng. Namun kurangnya informasi tentang tempat tersebut, membuat tempat-tempat tersebut kurang pengunjungnya. Karena itu, menulis sedikit info dan mengekspos tentang tempat-tempat tersebut bisa…

  • 2012,  emmy saelan,  makassar,  monumen emmy saelan,  south sulawesi

    Monumen Emmy Saelan yang Terlupakan

    Terletak di Jalan Hertasning Timur, setelah Pom Bensin, maka kalian akan melihat gang kecil di sebelah kanan. lebarnya hanya 2 meter, dan kira-kira 50 meter kita akan melihat sebuah gerbang bertuliskan “Monumen Maha Putera Emmy Saelan”. Awalnya monumen ini dibangun dilengkap dengan taman yang berisi permainan anak. Pada tahun 1985, Menko Polkam Surono meresmikan monumen ini. Bentuk monumen ini runcing di bagian atasnya, dan terdiri dari tiga pilar asimetris. Keramik di monumen tersebut sudah rusak dan kotor. Terlihat tidak adanya perawatan pada monumen ini. Padahal sejarah tempat ini lumayan mengharukan. Di tempat inilah seorang pejuang bernama Emmy Saelan gugur dalam peperangan melawan Belanda. Beliau bersama para pejuang lainnya, di antaranya…

error: Content is protected !!