Membicarakan Rumah Tangga Bersama Fahd Pahdepie

Dari judul diatas, sepertinya kalian bisa langsung menebak apa yang akan saya bicarakan dalam tulisan ini. Yap, saya akan membahas sebuah Talkshow yang dihadiri oleh Fahd Pahdepie (22/8). Mungkin bagi sebagian kalian sudah mengenal sosok yang sering berseliweran di timeline facebook. Banyak orang yang sering men-sharestatusnya. Dan saya salah satunya. XD
Bersama temen SMP, temen SMA, temen kuliah dan temen yang belum pernah ketemu sebelumnya, saya datang ke acara “Talkshow dan Booksigning Rumah Tangga”. Acara dilaksanakan di Gramedia Depok Lantai 2. Ketika kami datang, acara masih belum dimulai. 😀
Pertanyaan yang sering ditemui oleh seseorang yang berumur 24 tahun seperti saya, “Kapan menikah?” tapi mereka tidak pernah berfikir bahwa pernikahan itu butuh sebuah persiapan yang matang. Selama ini di toko buku, kita dengan mudah menemukan buku-buku yang berisi tips, doa serta cara menjalankan sebuah pernikahan. Namun sangat jarang buku seorang manusia biasa yang menuliskan kisah kehidupan rumah tangganya. Nah, tulisan-tulisan Mas Fahd pun hadir di linimasa Facebook. Seperti oase, ternyata manusia biasa pun bisa memiliki kisah yang sangat insipiratif. 

5 Mengapa
1.       Kenapa saya harus ke luar negeri? Karena saya ingin belajar di tempat yang lebih baik.
2.       Kenapa di luar negeri merupakan tempat yang lebih baik? karena disana ada sarana dan prasarana yang lebih baik
3.       Karena disana ada sarana dan prasarana yang lebih baik? Karena disana punya orang-orang yang memiliki visi misi yang lebih baik
4.       Kenapa di luar negeri ada visi dan misi yang lebih baik? Karena tenaga pengajarnya memiliki nilai-nilai pengajaran yang lebih bai
5.       Kenapa disana ada nilai-nilai pengajaran yang lebih baik? Pola pikir manusianya dan lingkungannya berbeda dari Indonesia.
Nah, bisa jadi jawaban dari pertanyaan ke lima merupakan hal yang paling mendasar yang saya ingin lakukan. Kenapa saya ingin ke luar negeri, karena saya ingin merubah pola pikir saya. 😀 Itu sebagai contoh. Nah metode 5 mengapa ini bisa digunakan dalam menjawab kenapa harus memilih si A, kenapa tidak memilih si B, dan sebagainya. 
Saya suka dengan alasannya kenapa Mas Fahd memilih untuk menulis. Ia mendapatkan sebuah materi di dalam sebuah diklat yang diadakan oleh Kementrian Agama. Pada saat itu, ia diajukan sebuah logika. Jika seseorang yang berbicara, kemudian banyak orang yang mencatat, dan bandingkan berapa lama ingatan orang yang mencatat dan orang yang tidak mencatat. Karena itu Fahd memilih menjadi orang yang mencatat dan membukukan ingatan. Ia ingin menyimpan ingatan tentangnya agar kelak bisa dibaca oleh anak cucunya. 
Itu adalah alasan Fahd mulai menulis buku. Namun buku Rumah Tangga ini ia dedikasikan sebagai hadiah pernikahan ke lima bagi istrinya Rizqa. Sosok yang berada dalam lingkaran kehidupan Fahd selama beberapa tahun terakhir. Serta pemberi nafas keceriaan pada kedua anak mereka, Kalky dan Kemi. 
Nah buku ini adalah cerita kehidupan awal pernikahan mereka, kisah harian mereka, dan mimpi masa depan bagi anak-anak mereka. Dalam buku ini saya menemukan doa, harapan dan wejangan dalam tutur kata yang mudah dimengerti. Untuk ukuran remaja alay seperti saya, buku Fahd ini serasa seperti oase yang berada di padang pasir. Ketika zaman menyediakan bacaan tentang rumah tangga yang serasa menggurui, kisah Fahd hadir menjadi penyegar.
Cuplikan kisah Fahd dan Rizqa yang ada di dalam buku, bisa kita saksikan di cover bagian belakang buku. Menyenangkan bisa melihat dua insan yang saling mengasihi dan mencintai. 😀
Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu kita bersandar pada kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain.
Kita adalah dua yang berbagi rahasia untuk menyublimkan diri masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga.
Kita adalah dua pemimpi y
ang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus bertengkar.
Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.
Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.
Seperti yang dikatakan oleh Mas Fahd kepada Mbak Rizqa suatu hari : “Cinta dan kebahagiaan kadang-kadang harus dirayakan untuk alasan-alasan yang kita buat sendiri.”
Hehehe. Saya memang tidak akan meresensi buku ini, jadi kalian beli sendiri dan rasakan kisah kehidupan mereka dalam buku kecil tersebut. 😀
Tulisan ini ditulis di rumah tercinta, Bojonggede sambil denger lagu Lobo How Can I Tell Her About You. 😀
Selasa, 18 Agustus 2015 22:03 WIB

You may also like

1 Comment

  1. Hmmm… kayaknya saya juga segera mesti baca bukunya bang Fahd deh, Buat modal nikah, hahaha. 😀

    Eh iya, yang 5 Mengapa (kuliah di luar negeri itu) terdengar mengasyikkan ya? 😀

    Tapi, setelah selesai belajar di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi, sayangnya kita akan kembali berhadapan dengan kondisi dan masyarakat yang… melatar-belakangi jawaban-jawaban 5 Mengapa di atas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *