Merawat Pagar Nusantara di Perbatasan


Dari sabang sampai merauke

Menjajah pulau-pulau

Sambung menyambung menjadi satu

Itulah Indonesia

Indonesia tanah airku

Aku berjanji padamu

Menjunjung tanah airku

Tanah airku Indonesia
          R. Suharjo
Jika diberikan kesempatan, saya ingin datang ke dua provinsi di Indonesia. Dua provinsi yang terletak di paling barat dan paling timur Indonesia, Aceh dan Papua. Kenapa harus di dua provinsi tersebut? Karena saya ingin mengenal lebih banyak daerah perbatasan. Sama seperti lagu yang seringkali didengungkan di atas, bahwa Indonesia memiliki Sabang dan Merauke sebagai daerah perbatasan. Garis depan negara Indonesia tercinta.

Pulau Rondo dari kejauhan (sumber : diliputnews.com)
Menurut saya, berkenalan dengan Indonesia rasanya belum mantap jika belum mengunjungi tapal batas di ujung negeri. Karena itu jika saya mempunyai kesempatan untuk mengetahui lebih jauh tentang Indonesia saya akan memilih untuk mengunjungi Pulau Rondo di Aceh dan Merauke di Papua. Saya akan jelaskan kenapa saya memilih dua tempat tersebut. 
Selama ini kita mengenal Sabang sebagai garis depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) namun ternyata masih ada Pulau Rondo sebagai pulau terdepan. Tidak seperti Sabang yang terletak di Pulau Weh dan dihuni oleh penduduk. Pulau yang memiliki luas 4km2ini hanya dihuni oleh tentara penjaga perbatasan.
Tugu Nol Kilometer di Pulau Rondo (sumber : beritadaerah.co.id)
Berbatasan dengan Kepulauan Nikobar, India dan berada di pertemuan arus antara Samudera Hindia serta Selat Malaka. Hal ini menyebabkan proses up wellingyang mempertemukan arus utara dan selatan dan menjadikannya tempat berkumpul berbagai jenis ikan. Karena itu jangan heran jika Pulau Rondo masuk dalam daerah penangkapan ikan (fishing ground). Namun saat ini terumbu karang Pulau Rondo sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Karena terumbu karang banyak yang suda patah, rusak bahkan hancur disebabkan oleh jangkar kapal nelayan, perubahan suhu, penyakit karang (white band disease), dan juga ledakan bom.

prasasti Pulau Rondo (sumber : kompasiana.com)

Masuk dalam 12 pulau terdepan prioritas, Pulau Rondo tidak disebutkan sebagai daerah wisata. Karena bebatuan karang yang menghiasi pinggir pulau. Sehingga tidak memanjakan mata, namun saya ingin menjejak di ujung barat Indonesia. Di sebuah pulau yang penuh dengan hutan hujan tropis, disanalah terletak tugu nol kilometer Indonesia yang sebenarnya. 
Pos TNI di Pulau Rondo (sumber : aceh.antaranews.com)
Untuk mencapai Pulau Rondo, harus menyewa perahu sendiri, karena tidak ada kapal reguler yang pergi ke arah Pulau Rondo. Karena itulah, keinginan saya untuk melihat secara langsung tugu nol kilometer semakin besar. πŸ˜€
Tujuan kedua saya adalah Papua. Hingga umur saya menginjak 24 tahun, saya belum pernah mengunjungi Papua. Padahal jarak dari Ambon ke Pa
pua tidak terlalu jauh, tapi saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Hiks. #kokcurhat?  
Papua sudah seringkali dikenal sebagai kawasan wisata eksotis dan sangat cantik. Sebut saja Raja Ampat, Wayag, merupakan buruan turis lokal maupun mancanegara. Belum lagi kampung Asmat yang dikenal sebagai perajin kayu-kayuan. Sedangkan saya memilih untuk pergi ke Merauke.

Welcome to TN Wasur (sumber : jalan2.com)

Daerah yang didapuk sebagai ujung timur Indonesia. Berbatasan langsung dengan Papua New Guinea. Nama Merauke rasanya tak sering kita dengar. Tenggelam dalam gegap gempita nama Raja Ampat. Padahal menurut Lonely Planet, Merauke punya beberapa tempat menarik. Sebut saja Balai Taman Nasional Wasur yang terletak diantara Papua dan Papua New Guinea. Dengan luas 4130 km2  TN Wasur menyimpan keanekaragaman hayati. Datang kesini pada musim kemarau yaitu pada bulan Agustus – November agar tidak diterjang hujan. Hewan-hewan yang bercorak Australia seperti Kangguru, Kuskus, trenggiling, hingga Bandicoot bisa dijumpai di taman nasional ini. Selain itu kita bisa melihat burung kebanggaan masyarakat Papua, Cendrawasih disini. 
Tugu Nol Kilometer di Merauke (sumber : pegipegi.com)
Dan yang paling ingin saya kunjungi di Merauke adalah Tugu nol kilometernya. heheh. πŸ˜€ Tapi tak lengkap rasanya jika ke Papua tak mengunjungi Agats, melihat Suku Asmat secara langsung. Saya ingin sekali datang ke Festival Asmat yang seringkali diadakan pada awak Oktober setiap tahunnya. 
Dan jika saya sudah menapakkan kaki di dua daerah tersebut, nyaris sempurnalah keinginan saya untuk mengenal Indonesia lebih dekat. Semoga…..
Ditulis di Rumah Tercinta, Bojonggede
Jumat, 14 Agustus 2015 11:27 WIB sambil nunggu waktu Shalat Jumat #eh
Harapan dan cita-cita ini diikutsertakan dalam Posbar Bersama geng Travel Blogger Indonesia untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 70. 17 Agustus 2015! Merdeka!
Sudahkan kamu bermimpi dan bercita-cita mengunjungi titik penting di Indonesia? Silahkan ikuti jejak-jejak mereka di bawah ini. πŸ˜€

You may also like

37 Comments

  1. Aku pernah hampir ke Merauke ada kerjaan. Tapi belum sempat juga survey ke sana.
    Moga-moga bakal ada kerjaan lagi berkaitan dengan Merauke. yuhuuuyy.

  2. Bojonggede bangeeeett anaknya niiih.. :))
    Ih aku malah baru tau tuh yang namanya pulau Rondo. Kalo kita ke situ kira2 boleh pose2 selfie sama penjaganya gak yaaaa? :3

  3. hihih. masih lebih bagus Bojonggede daripada Bojongkecil kak. Aneh disebutnya. hihih.
    kayaknya langsung di jedor deh kak. Soalnya yang jaga itu TNI semua. hehehe. πŸ˜€

  4. hihih. mungkin yang kasih janji takut kalau kak Danan gak balik ke Indonesia. kan kak Danan itu pengamat fashion terkenal di Indonesia. πŸ˜€ haha

  5. hhahaha. masa sih kak? ak baru tahu loh kalau bahasa jawanya janda itu rondo?
    mungkin merujuk pada istri2 TNI yang ditinggal oleh suaminya tugas di Rondo, makanya namanya Rondo. *eh ngarang bebas

  6. aaamiiinn ya rabbal alamin.. Aceh terlihat romantis sih. apalagi di Masjid Baiturahman, pasti keren bisa prawed disana heheh

  7. ak juga belum pernah kak. makanya kita sama2 berdoa supaya bisa kesana nanti. hehe. πŸ˜€
    tapi sekarang kakak fokus dg kuliah dulu. hhihi. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *