Mission Completed : Sorowako di Ujung Sulawesi

Kesempatan untuk menjejak di ujung lainnya Sulawesi Selatan membuat saya kembali mencetang mimpi yang saya tuliskan di buku diari. mimpi : mendatangi ujung utara dan ujung selatan daerah di Sulawesi Selatan sebelum lulus. Tahun lalu saya berhasil ke ujungnya Takabonerate, Pulau Rajuni yang sudah mendekati Pulau Flores. Perjalanan gratis yang disedikan oleh Nur Ipa, love you Ipa.. πŸ˜€
Untuk tahun ini saya berhasil mencapai Sorowako, bagian utaranya Sulawesi Selatan. Daerah ini menjadi incaran perusahaan nikel dunia, karena kandungan nikel yang berada di dalam perutnya. Perjalanan dimulai dengan maksud meliput acara tentang hewan endemik di Danau Matano dan Danau Towuti. Ikan Medaka, ikan kecil yang digunakan untuk melakukan uji bioassay. Menggunakan bis dari Bintang Timur, saya merogoh kocek hingga 180 ribu untuk satu kali perjalanan tanpa makan. πŸ˜›
Perjalanan kali ini saya ditemani oleh Ilham, anak Biologi angkatan 2011. Ia bertugas untuk menangkap ikan medaka di Danau Matano. Sepanjang perjalanan saya tidur, karena perjalanan dari Makassar ke Sorowako ditempuh pada malam hari. Jarak tempuhnya lumayan lama, hingga 12 jam. Saya berangkat pukul 6 sore, tiba di Sorowako pukul 8 pagi.
Setelah istirahat sebentar, kami (Dosen Unhas dan rombongan peneliti dari Jepang) pergi ke Danau Mantano. Saya baru melihat sebuah danau sebesar ini. Biasanya hanya melihat setu di daerah Tonjong atau di Kemuning. Itu adalah “danau” terbesar yang saya lihat. Wkwkwkw. Kami menaiki kapal kayu dengan jenis yang agak aneh. Saya tidak pernah melihat kapal seperti ini.
Danau Matano
Kami pun diajak untuk menikmati keindahan Pegunungan Verbeek di sisi danau. Subhanallah. Airnya hijau cerah bahkan biru. Hal ini menunjukkan bahwa danau Matano memiliki kedalaman yang ekstrem. Menurut Wikipedia, kedalaman Danau Matano mencapai 600 meter. Saya sampai berpikir, jangan-jangan ada dinosaurus yang hidup di dalam danau ini. Seperti Loch Ness atau biasa disebut Nessie yang ada di Skotlandia. Hehehe.
Kami sempat singgah di pinggir danau untuk mencari ikan medaka. Saya malah mengumpulkan batu-batuan yang berwarna cerah. Hijau zamrud, biru, hitam bergaris putih, batu-batuan indah yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. #sibuksendiri. Setelah itu makan siang ikan-ikan tawar. Bahkan ada udang besar. πŸ˜€
Kami juga berkunjung di Desa Matano, sebuah desa di pinggir Danau Matano. Letaknya jauh dari tempat kami pertama kali naik kapal. Tapi desa ini memiliki keajaiban. Namanya Kolam Burra-burra. Kenapa dikatakan demikian, jika kamu bilang “burra-burra-burra”, maka air di kolam akan mengeluarkan buih. Saya pun mencobanya dan melihat ketika air muncul dari dasar kolam. Yang paling lucu ketika orang Jepang yang saya temani tidak bisa bilang R, kata yang keluar dari mulut mereka jadi berbeda.
Serombongan bapak-bapak yang pulang dari shalat Jumat pun tersenyum. Saya pun penasaran kenapa mereka tersenyum. Ternyata, tidak bisa sembarangan untuk mengatakan “burra-burra-burra”. Menurut salah seorang bapak disitu, burra-burra adalah doa kepada Tuhan semesta alam. Jadi tidak boleh sembarangan mengucapkan kata keramat tersebut. Malah menurutnya, sumber air di Danau Matano berasal dari kolam tersebut. Saya agak kurang percaya. Tapi tidak saya rasa kurang etis untuk mendebat beliau masalah air ini. πŸ˜€

Danau Towuti

Menaiki kapal di Danau Towuti sudah mendapatkan cerita seram. Menurut empu kapal ini, danau ini dihuni oleh buaya-buaya air tawar.Jadi jangan heran ketika kami turun untuk singgah dan mencari ikan medaka, semua orang agak ketakutan. Apalagi ketika si empu kapal bilang bahwa ia melihat jejak buaya di pinggir danau. Saya pun cukup puas dengan mengambil pasir-pasir berwarna jingga dan merah tua.
Sepanjang perjalanan pulang saya terus berimajinasi melihat buaya besar dan menerjang kapal. 
Akhirnya misi saya terselesaikan : Mengunjungi ujung Sulawesi. πŸ˜€

Ditulis di Identitas. 2 November 2013
Perjalanan ke Sorowako tanggal 11-13 Oktober 2013 πŸ˜€

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *