sebuah surat bagi dirinya

tanpa ditemani bintang-bintang
hanya deburan ombak yang mengikutiku
dinginnya malam terus mengusik pikiranku
jika dia masih terus berada disisiku apakah dia akan menyelimutiku??

kali ini bulan lebih tak bersahabat denganku
hanya nyanyian jangkrik yang menemaniku
gelapnya malam terus mengusik pikiranku
jika dia masih terus berada disisiku apakah dia akan menerangiku?

garis pantai terus kususuri
sambil terus mencari jejak-jejak yang mungkin pernah tersisa darimu
butiran-butiran pasirpun tanpa terasa ikut membantuku
mencari hangatnya jejak langkahmu yang pernah menemaniku menyusuri garis pantai ini
sambil terus menghapus airmataku

Tanjung Bayang, 18 December 2009

4 Replies to “sebuah surat bagi dirinya”

  1. lebay madu banget c….
    hhe

  2. hiks sedih jugee
    pasti lagi complicated 🙁
    same as like me

  3. iyaa..
    lagi broken heart
    jadi melankolis begitu deyyhh
    hhe
    tapi ttp semangdt!!

  4. hmmm kata2nya indah kak ^^

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!