[TERIOS] Mimpi Menjadi Petualang "Borneo Wild Adventure"

berpose di depan Maratua dari atas KM Tidar. Sayang foto lainnya hilang karena laptop saya hilang #curhatcolongan
Mendengar kata Kalimantan ingatan saya langsung mengenang kembali perjalanan saya dari Makassar sampai di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur (sekarang Kalimantan Utara). Perjalanan yang memakan waktu selama 4 hari untuk tiba di Nunukan. Menggunakan kapal Pelni yang bertolak dari Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Saya dan 19 orang teman lainnya yang terpilih untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Sebatik. 

Mengikuti jalur Pelni KM. Tidar dari Makassar – Pare-pare – Balikpapan – Tarakan – Nunukan adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Pulau Borneo. Merujuk pada Wikipedia, Borneo merupakan pulau yang terdiri dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darusalam. Untuk Indonesia sendiri, disebut sebagai Kalimantan. Pada saat perjalanan kami sempat singgah beberapa kali untuk sekedar memijak di pulau yang besarnya mencapai 544,150 km2

mengunjungi perbatasan di Pulau Sebatik

Balikpapan adalah kota yang pertama kali singgahi setelah Pare-pare. Disini kami mencoba mencari pusat jajanan. Saat itu pilihan saya jatuh pada kerupuk ikan atau biasa disebut dengan amplang ikan. Karena waktu yang sangat sempit, saya hanya membeli amplang dan juga kaos bercorak Dayak. Kapal pun bergerak lagi menuju kota Tarakan. Sebuah kota kecil yang terkenal akan Bekantan (Nasalis lavartus).  Spesies kera berhidung panjang ini hidup diantara kawasan hutan mangrove. Saya mendapatkan gambarnya beberapa kali ketika mereka sedang memanjat dan bermain di atas pohon mangrove. 

Kawasan konservasi di Tarakan termasuk dalam kawasan yang terjaga. Selain itu kami juga mencicipi Soto Banjar yang terkenal. Rasa asam jeruk nipis meruah dan membuat selera makan bertambah. Seingat saya, dua piring nasi saya tandaskan waktu itu.
7 destinasi keren dari New Daihatsu Terios! 😀
Perjalanan dilanjutkan, dalam perjalanan menuju Nunukan, saya melihat tiga pulau yang berdekatan. Ketika itu saya sedang duduk bersama seorang kru kapal yang senang bercerita. Kalau saya tak salah, namanya Pak Saleh. Ia pun menceritakan kedua pulau tersebut. “Namanya Maratua, Kakaban, dan Derawan, disana seringkali turis datang, mereka naik Pelni sampai di Balikpapan kemudian nanti naik mobil ke Pulau Derawan,” ujar beliau. Rasanya ingin sekali kabur dari lokasi KKN dan mencoba perjalanan ala backpacker kesana. “Pernah dengar ubur-ubur yang tidak menyengat kan, di Derawan itu tempatnya, dek. Cobalah kesana dan pegang sendiri ubur-uburnya,” tambahnya. Sejak saat itu, saya memasukkan Maratua, Derawan dan Kakaban dalam ‘catatan perjalanan impian’ saya. 

Perjalanan Impian serta Doa yang Terselubung

Ternyata doa saya disambut, seperti pada tahun lalu, New Daihatsu Terios akan mengajak 3 orang beruntung untuk ikut menjelajah dengan menggunakan jalur darat. Dengan tema “Borneo Wild Adventure”, para petualang akan diajak merasakan perjalanan yang memacu adrenalin. 7 destinasi yang akan dilintasi memiliki keunikan yang berbeda-beda. Penjelajahan dimulai dari Palangkaraya, Kruing – Banjarmasin, Pulau Kaget & Kandangan, Amuntai – Balikpapan, Samarinda, Tanjung Kutai, dan berakhir di Pulau Maratua. Sepertinya pihak Daihatsu mem
ilih 7 destinasi mengingat adanya 7 kursi yang ada di dalam mobil serta menggunakan 7 Terios dalam perjalanan ini.  

source : www.suggestkeyword.com

Mobil New Daihatsu Terios digadang-gadang mampu menemani si pengendara kemanapun. Tahun lalu mobil keren ini menjelajah Sulawesi dengan tema “Amazing Celebes Heritage” , mulai dari  Manado dan berakhir di Kendari. Kemudian diadakan test drive di Bali pada medio April tahun 2015.  Hal ini dikarenakan mobil ini didesain mempunyai spesifikasi mesin yang tangguh di dalamnya dengan kapasitas mesin 1500cc. Mesin besar namun lebih hemat bensin hingga 6% daripada tipe sebelumnya. Karena mesin bertipe 3SZ-VE DOHC dengan kapasitas 1495cc dan Teknologi VVT-I, adalah dalang dibalik tenaga yang maksimal namun irit BBM. Karena itu tak perlu khawatir mobil kehabisan bakar ketika sedang berjalan diantara hutan-hutan kelapa sawit.

Tak hanya itu, mobil yang dijuluki Sahabat Petualang ini dilengkapi dengan GPS di dashboard mobil sehingga tak perlu takut untuk tersesat. Dan paling penting adalah body-nya yang maskulin dan sangat macho. Cocok banget sama saya yang maskulin #eh. Bagi yang punya kaki jenjang dan panjang tak perlu takut untuk menekuk kaki. Hal ini dikarenakan New Daihatsu Terios diciptakan dengan ruang kaki yang lega dan nyaman. 
rute New Daihatsu Terios di Bumi Borneo
Setelah melihat dan mencari tahu spesifikasi mobil macho ini, saya memiliki keinginan kuat untuk mencapai daerah impian saya menggunakan mobil ini. Perjalanan melalui darat ini saya yakin tidak akan mudah. Karena menurut beberapa informasi, jalan antar propinsi lumayan mulus namun seringkali ditemui medan yang tidak terduga. Kenapa begitu? Karena jalanan di Kaliamtna digunakan untuk jalur pengangkut kayu-kayu, muatan kelapa sawit, hingga batu akik yang diangkut ke berbagai daerah. Tapi saya yakin New Daihatsu Terios memiliki kemampuan yang mumpuni untuk dimasukkan dalam daftar mobil petualang.  

Nah, sebelum pergi mengikuti kegiatan ini, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan di tempat-tempat yang belum pernah saya jelajahi. Semoga dengan adanya iterinary ini, bisa menjadi doa yang terselubung agar saya bisa berangkat. Aamin. 😀

    Palangkaraya, Berkenalan dengan Orang Utan

Perjalanan akan dibuka di Kota Palangkaraya, kota yang dikenal dengan Jembatan Kahayan ini memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Kita bisa mencoba untuk mengeksplore Sungai Kahayan dengan menaiki perahu susur, melihat aktivitas warga, serta menikmati lanskap pepohonan hijau di samping kiri dan kanan.

Hal yang paling penting adalah melihat kehidupan Orang Utan secara langsung. Di kota ini berdiri sebuah Arboretrum Nyaru Menteng, dimana hewan primata yang seringkali menjadi korban deforestrasi dibina kembali untuk persiapan kembali ke habitat asli. Selain di tempat tersebut, kita juga bisa pergi ke Pulau Kaja. Disana kita bisa melihat kehidupan Orang Utan di alam bebas.  Jangan lupa untuk melihat kehidupan Suku Dayak secara langsung di Desa Sei Gohong. Sebuah perkampungan yang dihuni oleh Suku Dayak Ngaju. 

Jika ingin melihat pernak-pernik Suku Dayak, kita bisa mengunjungi Museum Balangan. Terletak di Kota Palangkaraya, tempat ini menjadi pusat edukasi Suku Dayak. Tak lupa singgah di rumah Betang khas Dayak yang terletak di pusat kota. Walaupun rumah ini adalah milik pemerintah, rumah ini menyerupai aslinya. 

     Mencicipi Durian Kruing, Banjarmasin

Durian Seram, 12 buah 50 ribu
Sebagai pecinta durian, list untuk mencicipi durian Kruing ini sangat menggiurkan. Saya sudah mencicipi durian yang disebut-sebut sebagai durian terbaik. Sebut saja durian petruk, durian monthong, durian palopo, durian Siri-sori, durian Seram, dan durian Medan. Karena itu saya ingin sekali mencoba durian Kruing yang terkenal. 

Durian bisa dijadikan buah pembuka, kemudian dilanjutkan engan menikmati Lontong Orari yang menggugah selera. Sajian sayur nangka yang berkuah santan kental, pedas dan sedikit manis, disajikan dengan lontong yang dibalut dalam bungkusan daun berbentuk segitiga. Hmmm.. saya sudah mencium aromanya saat ini. 😀
 

     Bertemu si Tampan di Pulau Kaget & Kandangan

Terngiang ketika saya pertama kali melihat Bekantan di Tarakan, saya langsung berfikir bahwa kera jenis ini sangat tampan. Karena hidungnya yang mancung dan warnanya yang agak cokelat kemerahan 😀 Si Tampan ini adalah hewan endemik di Borneo, karena itu sejak tahun 2000, hewan ini masuk dalam jajaran hewan Appendix 1.  Perjalanan ini bisa membuat saya lebih mengenal Bekantan dan mempromosikannya sebagai hewan yang dilindungi. Karena belum banyak orang yang peduli terhadap si tampan ini. 
Selain berkenalan dengan si tampan, disini kita juga bisa melihat tanaman-tanaman endemik. Dari tadi saya berbicara endemik, apa sih sebenarnya ‘endemik’ itu? Merujuk pada Wikipedia, dalam ekologi adalah gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu. Nah di Kandangan, kita bisa melihat 12 jenis tanaman yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Tak hanya itu, di tempat ini kita bisa melihat koleksi anggrek hutan yang sangat indah. Sepertinya foto-foto anggrek disana akan menjadi oleh-oleh yang akan disukai Bunda saya. 😀 

     Amuntai, berburu Kerbau dan Buaya Rawa

Saya membayangkan melihat secara kerbau rawa yang sedang berendam di rawa-rawa. Pasti seru melihat kerbau yang biasanya berlari, tapi malah berenang untuk mencari makan. Jika beruntung, setiap tahunnya ada balapan kerbau rawa. Beberapa titik penangkaran kerbau rawa terletak di Danau Panggang.

Tak Cuma itu saja, kita akan diajak untuk bersentuhan dengan penangkaran buaya muara. Saya ingin sekali melihat buaya-buaya yang sedang memakan mangsanya. Karena selama ini hanya melihat dari program TV. Pengalaman ini akan menjadi hal yang tak terlupakan. 

     Mengenal Suku Dayak Kenyah, Samarinda

Di kota ini kita akan diajak mengenal lebih dekat Suku Dayak Kenyah di Desa Pampam. Tak banyak informasi yang dijelaskan oleh internet, hal ini menjadi keinginan saya untuk mengenal lebih dekat Suku Dayak Kenyah.

Kayu Ulin yang Langka di Tanjung Kutai

Medio April 2015, ditemukan sebuah fosil kayu ulin raksasa yang hanya ditemukan di Kutai. Hal ini membuktikan bahwa di Kutai memiliki potensi kayu ulin yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Namun sekarang kayu ini masuk dalam golongan kayu langka. Hal ini terjadi karena pertumbuhan yang sangat lambat, serta kecilnya tingkat keberhasil perkecambahan. Selain itu diperparah oleh pembalakan liar yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Dream Destination! Pulau Maratua!

Destinasi terakhir ini adalah destinasi impian semua penyelam! Pulau Maratua yang masuk dalam gugusan Kepulauan Derawan ini memiliki keindahan alam bawah laut yang dimasukkan dalam best spot diving di Indonesia. Tak hanya itu, di pulau yang menjadi rumah bagi banyak hewan yang mengaggumkan. Sebut saja penyu, lumba-lumba, hiu, pari manta, dugongs, dan barakuda. 

Banda Neira yang konon katanya punya keanekaragama terumbu karang yang sama dengan Maratua. Saya penasaran! 😀
Bahkan Maratua digadang-gadang sebagai Turtle Capital of Indonesia karena menjadi lokasi bertelur dan mencari makan. Lokasi ini menjadi rumah bagi penyu-penyu hijau yang sudah sangat sedikit jumlahnya. Tak cuma itu dari 46 titik diving di Kepulauan Derawan, ada 21 titik penyelaman yang terdapat di Pulau Maratua. Namun dua titik penyelaman yang paling terkenal, yaitu Turtle Traffic dan Big Fish Country. Sayangnya hanya pemegang lisensi deep dive (advance) yang bisa menyelam di dua titik ini. Hiks.

Selain kegiatan underwater, disini juga bisa mengenal lebih dekat Suku Bajo yang bermukim disini. Ada 4 desa yang menjadi pemukiman Suku Bajo, hal ini bisa jadi pengalaman unik yang tak terlupakan untuk mengenal kehidupan nelayan lebih dekat. Jangan lupa dengan keindahan pantai Maratua yang memiliki pasir putih yang keren. 😀 

Selain destinasi yang indah dan menawan, perjalanan ini akan diikuti oleh 5 orang keren dari bidangnya masing-masing. Barry Kusuma, Wira Nurmansyah, Cumi Lebay, Harris Maulana, dan Rijal Fahmi. Kelima orang ini akan menemani perjalanan seru bersama New Daihatsu Terios. Masih ada kesempatan untuk ikut kegiatan ini. 😀
 
Sepertinya ‘doa’ ini sudah terlalu panjang. Semoga saya menang. Aamin…
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba penulisan artikel Terios 7 Wonders “Borneo Wild Adventure”.
Ditulis di Kantor Kak Agus, Pejaten
Selasa, 4 Agustus 2015, 10:38 AM

Referensi :
Wikipedia
Indonesia Travel

You may also like

9 Comments

  1. Aamin ya rabbal alamin. 😀

    Dengan senang hati kak! Saya bisa makan 5 durian sendirian. 😀 Jangan dibantuin ya nanti. #eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *