Bagaimana Cara Mencegah Orang yang Ingin Bunuh Diri

Pernah terlintas sedikit saja pikiranmu untuk bunuh diri? Jika iya, segera ceritakan kepada orang terdekat yang bisa kalian percaya. Kalau di Indonesia mungkin kalian akan dihakimi sebagai orang yang kurang iman. Kalian akan menutupi keadaan diri kalian. Kalian akan semakin terpuruk dengan ucapan orang-orang tentang kondisi kalian.

Lawan Stigma

“Jauh dari Allah SWT sih lu, kurang ibadah,”

“Ah elah, lu mah masih beruntung, lebih banyak orang yang kurang beruntung”

“Elu aja yang kurang bersyukur dengan hidup lu,”

“Kebanyakan baca buku teori lu, baca Al Quran sana,”

“Depresi itu cuman dalam pikiran lu, gak ada yang namanya depresi,”

“Depresi hanya untuk orang yang kurang iman,”

Dan berbagai penghakiman lain di saat kamu mencari teman untuk berbicara.

Awalnya saya juga kesulitan untuk berbicara tentang hal ini dengan Arif, suami saya sendiri. Rasanya maluuu sekali kalau pernah terlintas sedikit tentang menyakiti diri sendiri. Saya selalu mencoba melukai diri saya sendiri. Masa-masa itu rasanya suram. Pengennya menghilang aja dari muka bumi. Tapi untungnya karena dorongan dari Arif, saya cepat menemui psikolog ketika saya masih di Belanda.

Hasil pertemuan dengan psikolog, saya disuruh banyak melakukan aktivitas fisik. Mengambil rehat. Lebih sering berkumpul dengan orang-orang terdekat. Hal inilah yang mengubah sudut pandang saya tentang kesehatan mental. Poin paling penting dilakukan oleh orang yang kebetulan mengetahui cerita seseorang yang depresi bisa mencegah orang tersebut untuk mengakhiri hidupnya.

Untuk angka kematian bunuh diri di Belanda cukup tinggi, saya pernah menuliskannya disini. Untuk di Indonesia sendiri ada sekitar 5.4% remaja berumur 13-17 berpikir untuk mengakhiri hidup mereka. Bahwa 5.6% telah membuat perencanaan untuk membunuh dirinya dan 3.9% pernah mencoba bunuh diri setidaknya satu kali dalam satu tahun terakhir (Into The Light, 2018)

Dan payahnya, lebih banyak judging atau penilaian dari luar yang tidak membantu. Seringkali penderita menunjukkan muka bahagia dan tertawa, tapi di dalam hatinya bergejolak. Tengok saja kematian Chester Bennington yang dianggap tak seharusnya terjadi. Karena di malam sebelumnya ia berkumpul dengan keluarganya dan tertawa bersama.

Lend an Ear (mendengarkan)

Ketika saya bertemu dengan psikolog, beliau lebih banyak mendengarkan. Lend an ear adalah idiom untuk mendengarkan cerita orang lain. Mendengarkan adalah hal yang paling penting ketika menemui orang yang memiliki masalah. Cukup dengarkan ceritanya. Berikan gesture yang baik ketika mendengarkan ceritanya. Jangan pernah memotong pembicaraan orang tersebut. Cukup anggukan kepala atau menggeleng jika tidak setuju.

Biarkan orang tersebut bercerita, menangis ataupun meraung. Hal ini bisa melegakan hati mereka. Mereka merasa telah menemukan orang yang tepat untuk bercerita. Jangan pernah mengatakan “ah segitu doank, saya pernah kayak begini,” atau kata-kata yang menjatuhkan seperti “ah cemen banget, lo harusnya bisa lebih kuat lagi,” dan lain sebagainya.

You never know what happen to him or her. Intinya jika mendapatkan teman atau seseorang yang bercerita tentang keinginan bunuh diri, segera dengarkan. Jangan pernah anggap sepele jika mendengar kisah seseorang yang sudah punya pikiran sekecil apapun untuk bunuh diri. Jika kamu merasa tidak capable atau tidak mampu, arahkan dia untuk menelpon psikolog.

Terima orang tersebut dengan baik

Jauh sebelum saya kena depresi parah, pertama kali saya bersinggungan dengan orang yang bunuh diri adalah menyuruhnya membaca AlQuran, karena saya tau dia seorang Muslim. Tapi ternyata hal itu tidak cukup. Setiap hari saya harus menanyakan bagaimana kabarnya, bagaimana harinya, bagaimana keadaan dirinya, dan lain sebagainya. Awalnya saya tak pernah mengerti kenapa orang bisa berpikir untuk bunuh diri, tapi melihat dia yang selalu kesakitan dan berusaha menyakiti dirinya, saya mencoba masuk dan memahami perspektif dirinya. Ada hal yang membuatnya nekat melakukan hal tersebut.

Jadi saya mencoba untuk berbicara dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya. Dalam hal ini, siapkan mental anda. Karena kadang rasa stress itu bisa menular. Saya bisa merasakan aura sedihnya, saya ikut panik. Yang bisa saya lakukan adalah merekomendasikan dia untuk bertemu dengan psikolog. Itu hal yang menurut saya bisa saya lakukan untuk membantunya.

Jangan malu ke Psikolog

Selama ini ada stigma negatif bahwa pergi ke psikolog hanya untuk orang-orang gila. Padahal hal ini salah besar. Psikolog telah mempelajari dengan baik bagaimana menangani orang dengan depresi yang mendalam. Setau saya psikolog bukan hanya mengajak berbicara tapi lebih kepada mendengarkan. Saat ini di Indonesia sudah ada beberapa organisasi yang memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental.

Saat ini ada beberapa organisasi seperti Peduli Remaja Indonesia, Into The Light dan lain-lain. Jika sudah punya BPJS, ada baiknya juga langsung datang dan membuat janji dengan psikolog yang ada di Rumah Sakit. Tapi di saat pandemi COVID-19 yang sedang mendera seluruh dunia tak terkecuali Indonesia, kalian bisa mengarahkan orang tersebut untuk mencoba aplikasi Halodoc.

Aplikasi Halodoc sangat mudah digunakan, hanya butuh registrasi dan kita bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog. Ada banyak pilihan psikolog yang bisa kalian temui secara virtual. Psikolog yang sudah berpengalaman berkumpul di dalam apps ini yang bisa kalian ajak bicara. Mereka bisa diajak bercerita melalui chat yang tersedia jika kita sudah melakukan pembayaran. Jika kalian diresepkan obat, apps ini juga menyediakan jasa pembelian obat yang terhubung dengan pihak ketiga.

Hubungi Nomor Penting Jika Melihat Orang yang akan Bunuh Diri

Bagian ini harus agak hati-hati. Jangan sampai kalian malah mentrigger orang tersebut untuk melakukan upaya bunuh diri. Paling bijak untuk mengajaknya berbicara, lalu alihkan perhatiannya. Kalau dari beberapa video yang pernah saya lihat, bahkan ada orang yang menghentikan aksi seseorang untuk bunuh diri.

Jika kalian melihat orang dengan intention untuk bunuh diri segera telepon nomor 112 atau 119. Ini adalah nomor layanan jika krisis terjadi. Jangan pernah tunda untuk menelpon jika kalian yakin bahwa ada orang yang ingin melakukan bunuh diri.

Untuk teman-teman yang punya intention untuk suicide dan kebetulan membaca tulisan ini. Saya ingin menyampaikan pesan :

‘KAMU BERHARGA’ ‘KAMU BERARTI’ ‘KAMU HEBAT’ ‘KAMU AKAN MELEWATI SEMUA INI’ ‘SEMUA AKAN BERAKHIR’

Stay safe, stay healthy in this current situation. Love

Penutup

Jika dibutuhkan kalian bisa menelpon hotline milik Kementrian Kesehatan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit.

Lima rumah sakit juga disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan bunuh diri, yakni:
1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467
3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

atau jika kalian butuh teman bercerita saya siap mendengarkan. 🙂 let me know in my email adhiecoker@gmail.com

 

 

Tulisan ini merupakan bentuk dukungan untuk Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 10 September.

Ditulis di Tajurhalang, Bogor

0:13 WIB 23 Mei 2020

sambil dengar lagu Aditya Sofyan – Adelaide Sky

One Reply to “Bagaimana Cara Mencegah Orang yang Ingin Bunuh Diri”

  1. Terima kasih untuk tulisan ini, Mbak. Terima kasih sudah menyuarakan pentingnya akan kesehatan mental. 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!