Berdikari Bersama Insan Bumi Mandiri di Pedalaman Indonesia

   Refleksi 4 Tahun Insan Bumi Mandiri : `Jejak Kebaikan di Pedalaman Indonesia’. 

Angka Kemiskinan di Indonesia

Indonesia hidup dalam angka kemiskinan yang cukup tinggi, yaitu 9.41 persen atau sekira 25,14 juta orang (BPS, 2019). Setiap tahunnya jumlah warga miskin semakin turun. Untuk tahun 2019 saja, angka kemiskinan turun hingga 0,19 persen di September 2019.  Pada wilayah perdesaan turun sebesar 221.800 orang atau sekitar 12,6 persen dari nilai awal 12,85 persen. Saya ingin berfokus ke daerah perdesaan saja, karena akses yang lebih sulit, membuat angka kemiskinan di wilayah tersebut turun tidak terlalu signifikan.

Kemiskinan terjadi lebih banyak di daerah perdesaan dibandingkan perkotaan (BPS, 2018). Hal ini bukan tiada sebab, banyak hal yang mendukung terjadinya kemiskinan secara masif di daerah pedesaan. Misalnya saja sumber daya manusia yang rendah, kurangnya akses kepada ilmu pengetahuan, kurangnya sarana dan prasarana umum, dll. Bisa dikatakan bahwa kemiskinan merupakan kurangnya sumberdaya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang (Zahrotunnaili, 2020).

Hal inilah yang membuat pembangunan di daerah perdesaan harus lebih cepat dan terorganisir. Selain pemerintah, masyarakat biasa pun bisa membantu pembangunan yang ada di daerah perdesaan. Di zaman 4.0 seperti ini, banyak hal yang bisa dilakukan oleh individu untuk membantu percepatan pembangunan. Salah satunya melalui sedekah dan zakat terbaik untuk warga di daerah pedalaman.

Kenapa harus dengan bersedekah?

Bersedekah merupakan sebuah instrumen dalam ekonomi Islam yang bisa menjadi sumber pemberdayaan umat yang potensial. Karena dana ini merupakan dana segar untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat yang tidak mampu agar berdaya dan makin sejahtera. Jika pengelolaan dana ini dilakukan secara profesional, tentu cita-cita umat untuk memiliki kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang baik akan mudah terwujud.

Selain itu, Allah SWT menjanjikan dalam salah satu firmanNya di dalam Al-Quran : “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245). Jadi, tunggu apa lagi?

Tak hanya itu, merunut dari artikel artikula.id, ada beberapa aspek yang bisa mengurangi angka kemiskinan dengan sedekah. Pertama, adanya data jumlah kemiskinan yang nantinya bisa diorganisir untuk diberi sedekah. Kedua, adanya program penanggulangan kemiskinan atau pemberdayaan kepada individu yang butuh bantuan. Ketiga, penyediaan dana bergulir untuk kegiatan usaha individu miskin. Keempat, memberikan beasiswa untuk mahasiswa miskin dan berprestasi. Kelima, menyediakan lebih banyak dana untuk daerah-daerah yang membutuhkan bantuan dan lembaga untuk mengelola dana sedekah maupun zakat.

Nah, pertanyaan kelima yang selalu menjadi pertanyaan banyak orang : Bagaimana cara menyalurkan sedekah dan zakat melalui lembaga yang aman dan terpercaya untuk daerah pedalaman dan perdesaan?

Sedekah Jariyah Membangun Ekonomi Warga

Insan Bumi Mandiri (IBM) hadir menjawab keraguan masyarakat Indonesia yang ingin berkontribusi mengurangi angka kemiskinan. IBM merupakan sebuah organisasi filantropi yang berdiri sejak 6 Februari 2016. Sudah 4 tahun IBM menjadi salah satu inisiator untuk berfokus pada daerah pedalaman di Indonesia Timur, namun saat ini IBM juga menyasar di pedalaman Indonesia Barat.

Insan Bumi Mandiri menyasar segmen untuk membantu hal-hal yang krusial di dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Misalnya saja air yang menjadi barang langka di daerah NTT. Pada tahun 2018, NTT dilanda kekeringan parah sehingga ada ratusan desa yang tak bisa menikmati air bersih. Musim kering yang ekstrem ini menyebabkan banyak orang harus berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan akses air bersih terdekat.

Insan Bumi Mandiri mengajak orang untuk ikut bersedekah secara jariyah membangun sumber-sumber air, pembangunan masjid, musholla, sekolah, kelas, taman baca. Sedekah jariyah adalah sedekah yang diniatkan untuk kebaikan. Nantinya kebaikan itu masih terus dirasakan hingga orang yang sedekah tersebut meninggal dunia. Misalnya sedekah dalam pembangunan masjid, saluran air, dan sebagainya.

Seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Muslim, “Rasulullah bersabda, Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak (sholeh) yang mendoakan orangtuanya.”

Hingga saat ini Insan Bumi Mandiri sudah berkontribusi untuk menyalurkan sedekah jariyah para donatur melalui Sahabat Pedalaman. Saya mencatat ada beberapa kategori sedekah jariyah yang dilakukan oleh Insan Bumi Mandiri, yaitu Pemberdayaan, Pembangunan, Pendidikan dan Kesehatan.

Setiap kategori ini diseleksi langsung oleh tim Insan Bumi Mandiri yang bekerjasama dengan Sahabat Pedalaman sehingga memiliki informasi yang sangat akurat dan relevan. Setiap kategori ini memiliki kegiatan yang bersinggungan dengan daerah pedalaman. Insan Bumi Mandiri menjadi tempat yang tepat untuk penyaluran berbagi rezeki bagi masyarakat perdesaan.

Perbaikan Masjid atau Musholla di Pedalaman

Perbaikan masjid yang dilakukan oleh Insan Bumi Mandiri banyak dilakukan di daerah pedalaman. Misalnya saja yang ada di Desa Tureng, NTT. Masjid yang sudah lapuk ini dibangun ulang oleh warga dari dana yang diberikan oleh donatur Insan Bumi Mandiri melalui campaign Masjid Tureng.

Atau campaign terbaru perluasan masjid pesantren di pedalaman Sumut. Insan Bumi Mandiri melakukan seleksi ketat untuk melihat masjid mana yang butuh bantuan dari para donatur.

Perbaikan Sekolah dan Taman Baca

Selain masjid atau musholla, Insan Bumi Mandiri juga menyasar perbaikan sekolah ataupun fasilitas umum yang berkaitan dengan pendidikan. misalnya saja perbaikan jembatan yang putus di daerah ataupun membangun kelas yang lebih layak. Semua hal ini Insan Bumi Mandiri lakukan demi melihat kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Karena dalam salah satu hadits mengatakan “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699).”. Karena itu insan bumi mandiri mencoba mengedepankan proses pendidikan di pedalaman. Selain sekolah ataupun kelas, IBM juga memiliki program untuk membuat Taman Baca di daerah pedalaman untuk mendorong minat baca anak-anak di daerah tersebut.

Pembangunan fasilitas sumber air

Musim kering yang ekstrem membuat warga di NTT harus melakukan perjalanan yang berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air bersih. Insan Bumi Mandiri menceritakan kisahnya melalui tulisan di dalam website. Disitu saya sadar bahwa betapa susahnya orang untuk mendapatkan air. Dengan bantuan Insan Bumi Mandiri, orang-orang mendapatkan bantuan air gratis dan juga fasilitas penggalian agar air didapatkan dengan lebih mudah.

Insan Bumi Mandiri menceritakan bagaimana antusiasme warga dalam membangun sumur untuk air di desa Wae Tulu, NTT. Harus berjalan kaki sepanjang 3 km membawa bahan-bahan material tak semudah dengan membawa bahan material menggunakan mobil. Jadi kita bisa membayangkan bagaimana antusiasme warga dalam membangun sumur.

Walaupun di salah satu postingan ada cerita yang tak mengenakkan mengenai penggalian sumur gagal dilakukan sampai dua kali. Cerita ini terjadi di Kampung Noko, NTT, namun hal itu tidak menyurutkan pihak Insan Bumi Mandiri untuk terus berusaha agar masyarakat mendapatkan air bersih. Mereka sampai harus menggunakan survey dengan geolistrik untuk mencari titik air. Dan akhirnya mereka berhasil mendapatkan titik air tersebut. Kece!

Pengorbanan tim dan Sahabat Pedalaman di lokasi sebanding dengan senyum dan tawa masyarakat disana. Kalian bisa lihat bagaimana ekspresi kebahagiaan anak-anak saat disiram oleh air bersih. Priceless!

 

Membantu Individu Fakir dan Miskin

Selain ketiga hal diatas, pihak Insan Bumi Mandiri membantu individu-individu yang fakir dan miskin dan butuh dibantu. Misalnya saja bayi dengan penyakit Atresia Biler, Hydrosefalus, Kanker Payudara, dan Facial Cleft.

Untuk kategori Facial Cleft ini lumayan jarang. Pihak Insan Bumi Mandiri membuat kategori yang jarang dikenal oleh orang lain. Saya baru tau tentang penyakit Facial Cleft setelah Insan Bumi Mandiri menjelaskan mengenai kisah seorang anak ceria yang terkena penyakit langka tersebut. Saya berpikir hanya satu anak yang terkena penyakit tersebut, namun ternyata Insan Bumi Mandiri berhasil menemukan beberapa anak dengan diagnosa yang sama. Hebatnya mereka mampu membantu sang anak hingga mendapatkan operasi wajah dengan baik.

Donasi kepada individu juga merupakan dana pemberdayaan, seperti dana untuk Pak Bantiu yang hidup sebatang kara berjualan bensin di Alor, NTT. IBM mengajak donatur untuk membantu Pak Bantiu membeli pom mini agar ia bisa memiliki penghasilan yang cukup untuk bertahan hidup. Selain Pak Bantiu, IBM sudah berhasil membantu Aliya, seorang anak yatim untuk membeli kios bensin agar hidupnya tak memulung lagi. 🙂

Jejak Insan Bumi Mandiri Menebar Manfaat

Mengutip kata-kata Taufik Aulia “Rezeki tak melulu tentang banyaknya nominal angka di belakang rupiah. Karena hakikat rezeki melebihi nilai mata uang, yaitu manfaat“. Mungkin ini yang menjadi motto bagi para tim IBM, donatur dan Sahabat Pedalaman dalam membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Selama 4 tahun, dengan adanya program-program sedekah jariyah yang dilakukan oleh IBM di berbagai daerah pedalaman, membuat adanya optimisme yang tumbuh di sanubari kita. Sebagai insan mandiri, sudah seharusnya kita ikut bergerak memikirkan perubahan bersama yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan bersama.

Sepak terjang IBM dalam dunia filantropi sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas. Pada tahun 2016-2017, lembaga ini berhasil mencatatkan hasil audit ‘Wajar Tanpa Pengecualian‘ . Hal ini dikarenakan IBM memiliki sistem audit yang sangat terperinci dan jelas peruntukkannya. IBM meletakkan catatan pembukuan keuangan setiap akhir tahun di dalam websitenya. Sehingga kita bisa melihat berapa jumlah penerimaan dana oleh donatur dan berapa pengeluaran selama setahun.

Selain itu jika Anda terdaftar sebagai donatur, IBM akan memberikan informasi update tentang campaign yang sudah diikuti melalui website. Jadi, donatur bisa menerima informasi penggunaan dana yang sudah dikeluarkan. Anda tak perlu was-was terhadap sedekah yang Anda berikan melalui IBM. Insya Allah, amanah. 🙂

Penutup

Mengutip kata-kata Taufik Aulia “Yang sadis adalah waktu. Dilindasnya yang tak bergerak; dilibasnya yang tak berubah; dihabisinya yang tak berbenah”. Sebagai manusia, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain merupakan sebuah anugerah. Bisa ikut berkontribusi dalam membangun bangsa walaupun kecil merupakan sebuah kesempatan yang tak boleh terlewatkan.

Karena itu mari berbenah, mari ikut memajukan kesejahteraan warga Indonesia di daerah perdesaan. Mari bergandengan tangan bersama untuk Indonesia yang lebih sejahtera melalui zakat, infaq dan sedekah. 🙂

 

ditulis di Tajurhalang

0:05 Kamis, 27 Februari 2020

untuk diikutsertakan dalam lomba blog #IBMBlogCompetition #SahabatPedalaman

 

Referensi Tulisan :

Ilma Zahrotunnail Mengulas Kemiskinan di Tingkat Desa , Kompasiana.com, diakses pada 24 Februari 2020

Azyumadi Azra Sedekah untuk Kebaikan Sesama , Setneg.go.id diakses pada 24 Februari 2020

Aldi Muhammad Ramdani , Insan Bumi Mandiri Penipu Jawab Keraguan Anda, Kompasiana.com, diakses pada 24 Februari 2020

Muhammad Azis, Peran Sedekah dalam Mengentasi Kemiskinan di Indonesia . artikula.id diakses pada 25 Februari 2020

Taufik Aulia, Rezeki-rezeki tak melulu tentang banyaknya. taufikaulia.tumblr.com diakses pada 24 Februari 2020

Kendi Setiawan , Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Zakat, Infaq dan Sedekah, nu.or.id diakses pada 24 Februari 2020

BPS, Presentasi Penduduk Miskin Maret 2019, diakses pada 24 Februari 2020

 

baca juga : https://adlienerz.com/cerita-tentang-bekal-dan-tanda-cinta/

3 Replies to “Berdikari Bersama Insan Bumi Mandiri di Pedalaman Indonesia”

  1. Ahmad Yani Hasti says:

    Program ini benar-benar baik untuk mengajak kita saling membantu, utamanya menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Tulisan yang mencerahkan. Sukses yah!

  2. mantap, sangat menginspirasi

  3. Satriani Arman says:

    Wah, banyak pengetahuan tambahan dari artikel ini Mbak Adlin… aku punya pengalaman ke pedalaman Maros, Sulawesi Selatan. Kalau di sana, yang paling sulit adalah akses transportasi… Karena medannya belum bisa masuk kendaraan, alhasil hasil tani dan ternak sulit dibawa ke luar, bukan hanya itu, anak anak jadinya jarang sekolah karena gurunya tidak datang setiap hari. Sedih yah melihat mereka. Makanya kekuatan sosial memang perlu karena lebih nyata dan tepat sasaran.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!