Inisiatif Dalam Proses Belajar Jarak Jauh

Inisiatif dalam proses belajar jarak jauh dilakukan oleh banyak orang agar peserta didik bisa terus mendapatkan ilmu. Apa saja?


Ketika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar mulai diterapkan di berbagai daerah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pun juga ikut membuat kebijakan baru. Sebuah hal yang tak pernah diprediksi sebelumnya : Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah yang masuk dalam zona merah maupun kuning.

Sekolah konvensional yang kita kenal selama ini adalah orang tua memberikan hak asuh penuh kepada guru terhadap anak-anak mereka. Namun saat pandemi datang, semua berubah secara tiba-tiba. Tak heran jika terjadi kegagapan disemua lini.

Ada beberapa dampak negatif pembelajaran jarak jauh yang dilakukan dalam waktu yang lama.

Karena itu diperlukan inisiatif seluruh komponen masyarakat agar membuat proses belajar jarak jauh bisa dinikmati oleh seluruh anak didik di Indonesia.

Inisiatif dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Daring

Dalam masa pandemi ini, banyak komunitas maupun individu yang mengupayakan agar capaian pembelajaran dapat terpenuhi. Pemerintah pun mendorong inisiatif-inisiatif agar anak didik tetap bisa mendapatkan pengetahuan. Pandemi ini mengukur sejauh mana kreatifitas seluruh pemangku kebijakan dalam menghadapi masalah Pendidikan. Tak hanya cuma guru, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan siswa. Namun orang tua pun dianjurkan untuk lebih kreatif dalam menemani anak belajar.

Saat ini sudah ada beberapa inisiatif yang dilakukan, apa saja?

Guru Datang ke Siswa

Seperti yang kita ketahui ada guru-guru yang rela untuk menemui anak muridnya agar bisa belajar walaupun tanpa gadget. Guru-guru dengan inisiatif seperti ini seharusnya bisa mendapatkan Training of Trainer (ToT) sehingga bisa menjadi role model bagi guru lain di daerah terpencil.

Karena keterbatasan akses tak seharusnya membuat para anak didik kehilangan waktunya untuk menuntut ilmu. Guru yang mendatangi murid secara langsung pun harus dibekali bagaimana cara mengajar dalam kondisi pandemi. Karena transmisi virus yang semakin tinggi di negeri ini.

Modul BDR

Di dalam Webinar 7, inisiatif yang bisa dilakukan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah membuat Modul Belajar Dari Rumah (BDR). Modul ini disiapkan sebagai salah satu solusi untuk pembelajaran siswa dirumah tanpa harus daring.

Modul ini berisi dari hal-hal esensial yang harus disampaikan kepada siswa. Cara kerja Modul BDR sangat simpel. Guru membuat modul yang bisa diprint oleh anak murid. Di dalam modul tersebut ada tugas yang akan dikerjakan selama seminggu ke depan. Guru akan datang menjemput tugas-tugas yang telah dikerjakan oleh anak murid. Kontak manusia bisa diminimalisir, namun pembelajaran tetap berjalan.

Modul BDR ini sudah disesuaikan dengan kondisi pandemi yang tidak menyulitkan orang tua. Namun seluruh aspek kehidupan ikut masuk dalam pelajaran yang dipelajari oleh para siswa.

Desa Digital

Selain itu ada juga inisiatif masyarakat Desa Sepakung, Kabupaten Semarang. Desa digital yang terletak di ketinggian 1200 mdpl, ini membuat jaringan internet di desanya. Padahal untuk masuk ke desa butuh waktu yang lama, namun anak-anak di desa dapat jaringan internet secara penuh.

Anak-anak diberikan akses internet gratis 24 jam dengan memanfaatkan dana desa. Orang tua ikut terbantu karena tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk selalu membeli kuota.

Kesimpulan

Inisiatif ini menjadi salah satu terobosan yang sangat cocok dilakukan di Indonesia, mengingat masih terbatasnya akses kepada masyarakat. Pembuatan Modul BDR atau patungan wifi ini diharapkan bisa mencapai daerah-daerah lainnya. Semoga saja.

 

#CerdasBerkarakter #BlogBerkarakter #SeruBelajarKebiasaanBaru #BahagiaBelajardiRumah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!