Kisah Induk Gajah Hamil Mati Karena Petasan #RIPHumanity

Bulan lalu, seekor induk gajah hamil yang kelaparan di Kerala India mencari makan, dapat nanas berisi petasan dari manusia dan mati karenanya. #RIPHumanity

Bulan lalu, seekor induk gajah yang kelaparan di Kerala India berjalan menuju pemukiman padat penduduk. Ia yang tengah hamil anaknya mencari nutrisi bagi janin yang sedang dikandungnya. Namun naas baginya, ia harus mati dalam pencariannya.

Gajah yang hamil

Beberapa hari lalu, media sosial dibuat geram oleh kelakukan sekelompok orang yang menamakan dirinya ‘manusia’. Seekor hewan mamalia yang dikenal bersahabat harus mati di tangan manusia. Induk gajah yang sedang hamil, mati karena diberikan petasan di dalam nanas yang ia makan. Mulut, belalai dan lidahnya terluka. Setelah itu ia pun pergi tanpa membuat keributan disana.

Gajah yang berusia 15 tahun ini ditemukan seminggu setelahnya. Ia ditemukan mati dalam keadaan berdiri di sungai. Bagian mulut dan belalainya terendam di dalam air sungai. Sepertinya setelah ia terkena ledakan petasan dalam nanas, ia pun pergi ke sungai untuk menenangkan diri disana.

Padahal biasanya gajah akan melakukan penyerangan brutal jika diusik. Apalagi jika ia terluka, gajah biasanya akan melakukan penyerangan balik. Tapi kali ini, ia dengan diam-diam pergi ke Sungai Velliyar untuk menyembuhkan lukanya. Namun ia mati perlahan dalam sunyi. #hiks

source : Twitter Remice Comics

#RIPHumanity #KeralaElephantMurder

Reaksi keras netizen pun berdatangan. Tagar #RIPHumanity bergaung di media sosial dengan ramai. Semua orang mengutuk perbuatan keji manusia yang dengan santainya memasukkan petasan di dalam nanas.

Bisa-bisanya ‘orang’ tersebut kepikiran untuk melakukan hal tersebut kepada gajah yang sedang menanti anaknya. Padahal ia hanya berusaha bertahan hidup dengan sebuah nanas yang ia pikir bisa menyambung hidupnya. Apakah manusia sudah kehilangan rasa kemanusiaannya?

Karena video gajah yang meninggal di sungai itu beredar sangat cepat. Pemerintah India pun mencari pelaku dan memberikan hukuman bagi pelakunya. Menurut hukum di India, membunuh gajah bisa dikenakan ganjaran 7 tahun penjara. Alhamdulillah.. Semoga diberikan hukuman yang setimpal. Hiks.

Kejahatan terhadap gajah

Kejahatan terhadap gajah sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Apalagi sejak manusia terus merangsek masuk ke dalam hutan, tempat komunitas gajah tinggal. Untuk di India sendiri, sejak tahun 2014 hingga 2019 tercatat ada 510 gajah yang mati hasil dari penyetruman listrik, kecelakaan kereta, pembunuhan demi gading, dan peracunan.

Sedangkan di Indonesia sendiri kejahatan terhadap gajah juga sudah sering terjadi. Apalagi di daerah tinggalnya di Pulau Sumatera, populasi gajah terus menyusut. Kasus teranyar yang terjadi di bulan November 2019, gajah Sumatera ditemukan mati tanpa gading. Dimana kepala gajah sudah terpisah jauh dari badannya. Kuat dugaan gajah dibunuh demi penjualan gading.

Ada beberapa komunitas LSM yang bergerak untuk melindungi gajah Sumatera, misalnya saja gajah.or.id. Mereka aktif memberikan informasi mengenai gajah-gajah di Sumatera.

World Environment Day

Rasanya World Environment Day hanya sebatas tagar dan selebrasi segelintir pihak. Dengan adanya hari lingkungan hidup sedunia, harusnya menjadikan pemantik rasa marah kita terhadap kejahatan terhadap hewan-hewan yang ada di dunia. Saat ini perlindungan terhadap gajah masih sangat sedikit, karena ada konflik kepentingan disana. Sebenarnya bukan hanya mahluk hidup non-manusia yang perlu dilestarikan, namun tempat tinggal  dan habitatnya juga. Maraknya pembangunan kawasan hunian ataupun komersial hingga merangsek hutan pun patut dipertanyakan. Garis batas teritorial antara manusia dengan hewan hutan semakin tipis.

Namun ketika hewan berusaha mempertahankan hidupnya, manusia dengan mudahnya menganggap hewan-hewan tersebut hama yang patut dibasmi. Padahal manusia datang belakangan di kawasan-kawasan tersebut. Tidak tegaknya aturan konservasi di berbagai negara membuat hidup hewan-hewan ini semakin terancam.

Semoga dengan adanya kasus ini, kita semakin sadar bahwa kemanusiaan kita semakin terkikis #RIPHumanity dan menjadi trigger untuk semua orang melihat bumi dengan lebih bijaksana. Aamin ya rabbal alamin.

 

 

ditulis di Tajurhalang

dalam hari World Environment Day 2020

sambil dengar lagu Between The Lines – Sara Barailles

 

source :

Kejahatan Terhadap Gajah – https://www.gajah.id/fakta/kejahatan-terhadap-gajah/

Gajah Sumatera ditemukan Mati Dibunuh Tanpa Gading – https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191120153556-199-450022/gajah-sumatera-ditemukan-mati-dibunuh-tanpa-gading

 

2 Replies to “Kisah Induk Gajah Hamil Mati Karena Petasan #RIPHumanity”

  1. Baca tulisan ini sambil dengerin lagu Between the Lines-nya Sara Bareilles tuh makin pedih :((

  2. Iya mbak, lagunya mellow dan jadi trenyuh. Mbak, ak baru sadar. nama kita hampir mirip ya. Hahah. Mbak Astarina, saya Atrasina. Hahah. cuman kebalik huruf s, t dan r. 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!