2021,  belanda,  Journey,  Opinion

Pengalaman Antri di Luar Negeri

Saya akan menceritakan bagaimana pengalaman antri di luar negeri. Budaya antri di Indonesia masih sangat kurang, jadi jangan heran jika sering melihat orang berkerumun di depan kasir. Entah kenapa budaya antri sangat kurang, padahal sudah banyak sekali pelajaran mengenai antri di buku sekolah.

Antri di Hawai’i, Amerika Serikat

Ketika saya menginjakkan kaki di Amerika Serikat tahun 2012 dan tiba di bandara Honolulu, terasa sekali perbedaan mengantri ketika keluar pesawat. Kalau di Indonesia, hamper semua orang akan berebut untuk keluar. Mengeluarkan barang mereka dari kabin lalu beredesak-desakan untuk keluar.

Di Amerika, Ketika pesawat landas, penumpang bertepuk tangan untuk pilot. Lalu setelahnya menunggu hingga pesawat benar-benar berhenti. Orang akan keluar satu per satu mengikuti aturan tempat duduk mereka. Jika berada di bagian depan pesawat 1-10, maka akan keluar paling pertama. Lalu disusul oleh row setelahnya Ketika row 1-10 telah keluar pesawat. Sehingga tak ada penumpukan orang di bagian depan.

Pengalaman antri di Amerika Serikat sangat terasa tertib Ketika saya mengantri roti Leonards Malasadas. Semua orang mengantri dengan baik hingga keluar toko. Jadi gak ada istilah berdesak-desakan di dalam toko. Malasadasnya emang enak banget sih. Jadi ak antri sekitar 15 menit untuk masuk ke toko dan beli dua malasadas. Haha.

Tapi pengalaman antri yang gak akan terlupakan Ketika makan marugame udon di Pantai Waikiki. Hahah. Itu sih gila. Antriannya sampai 1 jam. Entah kenapa sampai sepanjang itu. Dan emang sempet dibahas di beberapa website sih. Mereka pun penasaran kenapa Marugame Udon di Pantai Waikiki bisa seramai itu, padahal punya chain resto di seluruh dunia. Haha. Rasanya? Enakk. Dan mirip kok sama yang ada di Indonesia

Antri di Paris

Pengalaman antri di Paris juga sangat menyenangkan. Haha. Lagi musim dingin dan mau banget masuk Pantheon di Paris. Kebetulan dapat tiket harga student, jadi yaudah deh masuk ke dalam. Tapi antriannya panjang banget. Karena lagi libur musim dingin, jadinya banyak turis juga yang antri. Lumayan banget antri sekitar 1 jam berdiri. Setibanya di dalam museum pun tetap harus antri untuk masuk. Karena ada peraturan untuk membatasi pengunjung agar tidak terlalu sesak di dalam Pantheon.

Kejadian mengantri tapi tertib ini juga terjadi Ketika saya mau masuk ke Museum Louvre. Kalau ini antriannya Masya Allah.. Mengulaaarrr. Dan sempat ada buka tutup begitu. Sama kayak Pantheon, ada pembatasan orang yang berada di dalam museum. Jadi biar gak terlalu banyak. Haha.

Tapi setibanya di dalam museum.. Gilaa. Kayak pasar. Hahah. Di sesi untuk melihat lukisan Monalisa, itu galerinya penuuuhhh banget sama orang. Berdesak-desakan kayak di pasar. Di sebelah lukisan, ada dua bodyguard yang mendorong agar orang tidak terlalu dekat dengan lukisan tersebut.

Keadaan di dekat lukisan Monalisa
Monalisa dari kejauhan

Pengalaman Antri di Belanda

Ak paling suka sama antri di negara ini. Bagus banget antriannya. Semuanya sangat teratur, bahkan untuk mengambil brosur saja orang sampai mengantri. Antrian makan siang di kantin Forum juga sangat tertata, gak ada desak-desakan. Antrian makanan Chinese di kantin Forum bisa memanjang sampai ke arah eskalator. Semuanya gak ada yang berusaha merangsek maju. Haha.

Antrian di WC umum juga tertata banget. Gak ada tuh antri di depan kamar mandi, tapi mulai antri dari ruangan WC. Jadi ada aturannya untuk antri di depan WC umum. Orang mengantri di depan pintu masuk WC, jadi kalau ada yang keluar baru deh isi WC yang kosong. Bukan berdiri di depan WC yang sedang terisi.

cara antri di depan wc umu

Tapi pengalaman yang tidak terlupakan adalah antri selama 3 jam ketika mati listrik seBelanda. Haha. Kebetulan saat itu saya berdua Arif sedang melakukan perjalanan ke Eindhoven dan ada masalah dengan kereta. Jadi kami diminta untuk menaiki bis yang disediakan oleh pemerintah.

Gila banget loh itu. Antriannya panjang banget, mulai dari peron hingga sampai ke pintu keluar stasiun. Panjangggg banget. ak sampai bikin IG story saking kagumnya dengan penanganan yang sangat sigap dan cepat. Jadi ketika keluar peron, petugas mulai mengambil alih. Mereka memasang tanda agar penumpang mengikuti jalur yang mereka buat.

Dan kerennya, semua orang gak ada yang berusaha menyabotase antrian. Semuanya patuh dengan arahan dari petugas. Gak ada yang teriak, gak ada drama, gak ada dorong-dorongan. Semuanya patuh. Salut banget. Ini sih pengalaman yang paling gak akan terlupakan buat saya selama di Belanda.

Penutup

Semoga saja Indonesia bisa melakukan hal ini. Karena saya orangnya gak segan-segan untuk menegur orang yang menyelak antrian. Sering banget saya disinisin sama orang karena menegur orang yang gak antri. haha. Biarin aja, biar belajar.

 

ditulis di Tajurhalang

22:03 WIB, Rabu, 10 Februari 2021

sambil denger lagu Good Charlotte di masa-masa SMA. haha

 

writer

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!