2020,  blog,  indonesia,  Journey,  Opinion

Tata Cara Terbang Bersama Bayi di masa Pandemi

Tata Cara Perjalanan dengan Pesawat Bersama Bayi di masa Pandemi ini pasti menimbulkan ragam pertanyaan di benak parents. Apakah terbang bersama bayi ini aman untuk dilakukan? Apalagi terbang Bersama dengan bayi usia 12 bulan. Apa saja prosedurnya?

Tata Cara Terbang Bersama bayi usia 1 tahun

Perjalanan ini sebenarnya tidak direncanakan jauh hari, namun ada hal yang membuat kami sekeluarga harus pulang ke Makassar untuk pengobatan. Akhirnya suami segera membooking tiket pesawat pulang pergi Jakarta – Makassar. Keberangkatan kami hanya berjarak 5 hari dari hari booking.

Karena budget yang terbatas, kami memilih penerbangan dengan menggunakan maskapai Citilink. Dimana harga yang tertera di dalam aplikasi sudah termasuk dengan harga rapid test. Kami mendapatkan harga 867.000 untuk penerbangan orang dewasa dan rapid test. Sedangkan harga tiket bayi seharga 72.000 dan belum termasuk biaya rapid test.

Rapid test di Klinik Pintar Citilink

Awalnya kami pikir rapid test akan dilakukan di hari H keberangkatan di bandara Soekarno Hatta, namun ternyata rapid test gratis hanya dilakukan di Klinik Pintar yang telah bekerjasama dengan pihak maskapai.

Hari -2 keberangkatan kami pun melakukan rapid test di Klinik Nayya, Jakarta Selatan. Karena merunut website citilink.co.id ada beberapa Klinik PIntar yang bisa melakukan rapid test gratis. Calon penumpang bisa langsung datang kesana (Walk-in) tanpa melakukan registrasi, namun lebih baik melakukan registrasi terlebih dahulu.

Kami segera mengisi formulir yang diminta oleh pihak Klinik Pintar, ketika kami tiba disana hanya perlu menyerahkan KTP dan menyebutkan kode booking penerbangan kami. Saya dan Arif tidak perlu membayar biaya lagi, namun Ayyash harus membayar lagi. Pihak Nayya Klinik menyarankan agar kami mendaftar rapid test Ayyash melalui Traveloka. Karena kalau via Traveloka jadi lebih murah dibandingkan membayar langsung kepada pihak Nayya Klinik.

Kalau bayar via Traveloka harganya 150 ribu, sedangkan kalau bayar langsung ke Nayya Klinik seharga 250 ribu. Beda jauh kan? Pembayaran melalui Traveloka juga tak terlalu rumit, setelah pembayaran kita akan mendapatkan kode. Kode inilah yang digunakan sebagai bukti pembayaran.

Hasil rapid test dikeluarkan dalam waktu 20 menit. Setelah mendapatkan itu, kami pun pulang ke rumah untuk beres-beres.

Apa saja yang perlu dipersiapkan terbang bersama bayi 1 tahun?

Karena ini perjalanan dengan pesawat terbang pertama buat Ayyash, saya agak khawatir. Sehingga saya pun membuka kolom saran di instagram milik ku @Adlienerz. Banyak orang menyarankan untuk sounding ke bayi bahwa kita akan bepergian jauh menggunakan pesawat. Sounding bisa dilakukan dengan bercerita kepada bayi apa itu pesawat dan bagaimana perjalanan yang akan dilalui nantinya. Selama 3 hari di beberapa waktu saya ngobrol sama Ayyash bahwa kita akan naik pesawat.

Selain itu ada hal yang harus dipersiapkan yaitu :

  1. membawa cemilan atau makanan untuk dimakan bayi saat take off maupun landing. Bayi harus diajak untuk mengunyah sesuatu saat itu, karena pada saat itulah tekanan akan membuat kuping bayi merasa tidak nyaman.
  2. membawa mainan kesayangan si bayi. Ayyash paling suka dengan buku chomp-chomp, karena itu buku chomp-chomp saya letakkan di tas yang berada di kabin. Sedangkan buku lain masuk ke dalam koper di bagasi.
  3. membawa serta mainan kesayangan. Saya membawa boneka jari milik Ayyash, dia paling suka mendengarkan cerita sambil diajak main boneka jari.
  4. Ada yang menyarankan untuk membawa ear muff atau penutup telinga bayi, tapi karena Ayyash gak suka kalau telinganya tertutup, jadi kami gak membeli ear muff.
  5. persiapkan peralatan menyusui. Saya selalu membawa apron menyusui karena Ayyash lebih suka DBF (Direct Breast Feeding) dibandingkan menggunakan dot. Menurut beberapa orang menyusui di saat take off dan landing bisa mengurangi tekanan di telinga bayi.
  6. bawa minyak telon, selimut dan bantal di kabin. Karena kadang udara di dalam kabin bisa jadi sangat dingin dan bayi akan merasa tidak nyaman. Menggunakan minyak telon bisa membuat bayi merasa lebih nyaman

Tata cara terbang di masa pandemi

Untuk melakukan perjalanan di masa pandemi ini agak berbeda dengan perjalanan di masa normal. Pertama-tama adalah kita harus datang minimal 4 jam sebelum waktu keberangkatan. Hal ini dikarenakan dengan prosedur panjang yang harus dilewati di airport.

Validasi Surat Rapid Test

Sebelum masuk ke dalam antrian check in, kami diminta untuk melakukan validasi surat rapid check yang diberikan oleh pihak klinik. Proses validasi ini tergantung banyaknya penumpang di hari itu atayu enggak. Kebetulan ketika kami melakukan validasi, antrian sedang kosong. Jadi dalam waktu 15 menit kami sudah mendapatkan cap validasi dari pihak airport.

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

  • surat hasil rapid test dengan hasil NON-Reaktif. kalau hasilnya reaktif, secara otomatis penerbangan kamu akan dibatalkan oleh pihak validasi. Tapi kalau hasilnya reaktif mending untuk cancel penerbangan atau refund sebelum hari H.
  • tiket
  • KTP

Oia, jangan lupa untuk download e-HAC atau Electronic Health Alert Card disini. Lalu diisi sesuai dengan data diri Anda yang sebenar-benarnya.

Check In

Setelah itu surat hasil validasi dibawa ke konter check in sesuai dengan penerbangan yang tertera di tiket anda. Saya selalu sarankan untuk melakukan check in Online sebelum waktu keberangkatan. Karena apa? Supaya gak ribet dan lebih cepat prosesnya. Saya adalah tipe pejalan yang selalu melakukan check in online. 🙂

Antrilah dengan rapih, jangan asal serobot dan jaga jarak. Oia, selalu berikan antiseptik di pegangan troli anda. Di konter check in ada beberapa yang harus dipersiapkan, yaitu :

  • KTP
  • Tiket
  • surat hasil validasi

Lalu letakkan barang ke dalam konveyor belt dan ambil boarding pass. Untuk stroller, kami meminta agar stroller bisa dibawa hingga ke kabin pesawat. Karena Ayyash masih belum mau untuk pakai sepatu. Hehe. Untungnya stroller bisa masuk ke dalam bagasi kabin. Alhamdulillah. 🙂

Menunggu Boarding Pesawat

Setelah mendapatkan boarding pass, silakan pergi ke tempat pesawat akan boarding. Kami segera pergi ke tempat boarding ketika waktu boarding semakin dekat. Selalu jaga jarak. Di tempat duduk ada beberapa tanda silang untuk membuat para penumpang menjaga jarak. Sehingga tak perlu khawatir untuk duduk di tempat duduk tempat boarding.

Kami berdua selalu menyemprotkan alkohol 70% ke tempat duduk atau tempat-tempat yang mungkin akan dijangkau oleh Ayyash. Ketika masuk ke pesawat, stroller bisa masuk ke dalam kabin pesawat. Lalu kami dapat tag untuk kabin stroller dari pihak pramugari.

Protokol Kesehatan di Dalam pesawat Citilink

Maskapai Citilink sangat menerapkan protokol kesehatan. Semua penumpang diberikan kursi yang berjarak. Dari 3 seat yang tersedia, ada 1 kursi kosong. Hal ini membuat kami tidak terlalu khawatir dengan protokol jarak. Selain itu penumpang juga diminta untuk selalu menggunakan masker di dalam pesawat.

Kami juga menyemprotkan alkohol di bagian meja dan kursi. Selain itu kami juga menyemprotkan bagian jendela dan pegangan kursi. Buat sebagian orang agak berlebihan, tapi kami hanya takut ada bagian-bagian yang tidak terkena disinfektan. Hehe. Ayyash suka pegang segala hal soalnya.

Pengalaman Terbang bersama Bayi

Ketika perjalanan dua jam dari Jakarta ke Makassar, ternyata Ayyash bisa diajak berkompromi. Alhamdulillah. Ia mau menyusu dengan baik, makan ayam, dan membaca buku bersama. Kami memang sudah menyediakan cemilan yang banyak. Dan ternyata ia memakan cemilan dengan lahap. Hal ini membuat tekanan di telinganya bisa berkurang.

Tak hanya itu, ia pun juga mau bermain dengan boneka jari dan buku cerita kesayangannya. Hal ini membuat perjalanan terbang bersama sama Ayyash terasa sangat smooth. Tak jauh dari kami ada dua bayi yang terus menangis kencang selama perjalanan. Saya sudah deg-degan ini akan mempengaruhi mood Ayyash, namun ternyata ia tetap enjoy dan menikmati pemandangan dari atas pesawat.

Setibanya di tempat tujuan, Makassar

Alhamdulillah kami pun tiba di Bandara Sultan Hasanuddin dengan selamat. Papa dan Mama menjemput kami menggunakan kendaraan pribadi. Kami tidak melakukan kontak dengan Papa dan Mama , bahkan tidak cium tangan. Karena kami agak takut jika ada virus yang menempel. Kami langsung pulang ke rumah dan segera mandi bersih. Baju yang kami gunakan pun segera masuk mesin cuci. Hal ini kami lakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Kebetulan dua hari kemudian ada tes swab massal yang dilakukan oleh salah satu tim calon walikota. Kami bertiga bisa ikut tes swab massal secara gratis. Selama menunggu hasil swab, kami tak keluar rumah sama sekali. Hanya di dalam rumah. Setelah lima hari menunggu dengan deg-degan, hasil swab keluar. Dan kami dinyatakan negatif COVID-19. Alhamdulillah.

Kesimpulan

Terbang di masa new normal ini sudah bisa dilakukan namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu : selalu gunakan masker, jaga jarak aman dan hindari kerumunan massa. Lakukan rapid test sebelum pergi, download E-HAC, dan jaga diri dengan selalu cuci tangan, bersihkan barang-barang dengan antiseptik dan jaga imun sebelum berangkat.

Jika tiba di tempat tujuan, jangan lakukan kontak dengan orang tersayang. Mandi dengan bersih, cuci semua pakaian yang dikenakan, semprotkan alkohol di benda-benda yang kita pegang selama perjalanan.

Semoga ikhtiar ini bisa menjauhkan kita dari penyakit yang disebabkan oleh COVID-19 selama perjalanan. Aamin ya rabbal alamin. 🙂

 

ditulis di Makassar

13:20 WITA 26 November 2020

sambil dengar lagu I Still Love You – The Overtunes

 

writer

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!