Yuk Nabung Saham Untuk Investasi Masa Depan

Gerakan Yuk Nabung Saham sudah ramai didengar sejak tahun 2008. Gerakan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini mengajak masyarakat agar mulai menabung saham. Selama ini perspektif masyarakat mengenai saham itu “mahal dan susah dijangkau”, namun ternyata menabung saham tak sesulit perkiraan orang.

Apa itu Saham?

Saham adalah bisa dikatakan sebagai salah satu instrumen investasi yang beredar di pasaran. Mungkin untuk masyarakat awam kita lebih mengenal tanah atau emas sebagai jenis investasi masa depan dan mengamankan uang kita. Nah saham ini hampir sama fungsinya, tapi tidak berbentuk secara langsung.

Mengutip penjelasan dari Duwitmu.com , Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Oia, ada saham syariah dan saham konvensional, sila dipelajari di tautan berikut ini . 

Bisa dikatakan kita ikut memiliki perusahaan tersebut. Asik banget kan?

Lalu kalau sudah tau mengenai saham, lalu apa selanjutnya?

Mendaftar Kelas Saham Pemula

Ketika saya mulai terjun di dunia investasi saham, sempet ditakuti-takuti sama orang. Bahkan dari keluarga dekat, semuanya antipati ketika saya mengatakan bahwa saya mau mulai berinvestasi saham.

Akhirnya saya pun ikut kelas Saham Pemula yang diadakan oleh IDX Event di tahun 2019 yang bekerjasama dengan MNC Sekuritas. Kali itu saya mendaftarkan diri dengan otak yang masih awam sekali. Namun sebelumnya saya banyak baca informasi dari akun instagram @ngertisaham. Saya membaca highlight 1- 14 dengan seksama, lalu saya pun mantap mendaftarkan diri.

Hanya dengan membayar 100 ribu, saya sudah mendapatkan kelas berisi informasi tentang saham dan saldo di Rekening Dana Nasabah (RDN). Saya belajar banyak di kelas tersebut. Pertemuannya hanya sekali, tapi materi yang diberikan sangat ringan dan mudah dimengerti.

Tentunya saya harus terus mengupgrade ilmu saya, karena ilmu kan selalu berkembang. Heheh.

Menentukan Tujuan Menabung Saham

Di dalam kelas tersebut, saya diajarkan untuk menentukan tujuan menabung saham. Tentukan dulu tujuan yang kalian inginkan. Kalau saya menabung saham sebagai aset investasi masa depan. Targetnya untuk biaya pendidikan Ayyash di masa depan. Karena saya tahu bahwa ada inflasi yang mengintai di depan mata.

Misalnya nih ya. Ketika saya kuliah di Universitas Hasanuddin tahun 2008, harga SPP satu semester hanya Rp.600.000. Saat ini uang SPP di Unhas berkisar antara 1 juta hingga 10 juta tergantung dengan pendapatan orang tua. Kebayang gak berapa harga SPP 17 tahun ke depan.

Lanjut ke contoh kedua, dulu harga semangkok bakso hanya Rp. 2000, namun sekarang sudah sampai Rp. 15.000. Nilai mata uang menjadi tergerus, itulah yang disebut inflasi. Belum lagi biaya penyimpanan uang di bank yang selalu ditarik tiap bulan. Tak heran jika uang bukan bertambah tapi malah berkurang. Tak hanya itu ada kemungkinan uang hilang di bank seperti yang dialami oleh cerita Bapak ini. Ngeriiiii..

Nabung Saham untuk Masa Depan

Saya memang ingin menabung untuk masa depan Ayyash. Karena saham itu bisa diwariskan, berdasarkan cerita yang saya baca di akun IG @ngertisaham, banyak banget cerita orang yang mendapatkan warisan saham. Ketika dicairkan dapat sampai berkali-kali lipat. Karena nilai saham terus bergerak sesuai dengan perusahaan tersebut.

Misalnya nih ya saham PT. Telekomunikasi Indonesia ($TLKM) dulu ketika mendarat di lantai bursa bernilai Rp. 1000 per lembar saham. HIngga saat ini, nilai saham $TLKM sudah mencapai angka Rp. 3.200 per lembar saham. Saham hanya bisa dibeli per lot atau per 100 lembar. Jadi kebayang kan kalau kita punya saham $TLKM di tahun 2008 sebanyak 100 lembar dengan harga Rp. 1000 atau Rp. 100.000 sekarang kita sudah dapat Rp. 320.000.

Bayangkan jika kita membeli lebih dari 100 lembar saham. Misalnya kita membeli 2000 lembar atau 20 lot saham. Sudah lumayan banget kan?

Tentukan Target Nabung Saham

Setelah itu tentukan target menabung. Ada orang yang menabung saham untuk naik haji selama 10 tahun. Lalu ada yang target menabung untuk 5 tahun. Atau seperti saya untuk 17 tahun mendatang.

Yang perlu diingat dalam menabung saham adalah mencari perusahaan yang bagus. Perusahaan yang barangnya jelas dan masa depannya bagus.

Untuk pemula selalu disarankan untuk membeli saham yang termasuk dalam kategori BLUECHIP. Bluechip adalah istilah untuk saham yang perusahaannya menjadi market leader di bidang tersebut. Misalnya saja PT Unilever Indonesia atau dengan kode saham $UNVR di bidang consumer goods atau saham $TLKM di bidang telekomunikasi. Karena itu saya rutin menabung saham di kedua emiten tersebut. 🙂

Saya melakukan sistem Dollar Cost Averaging atau menabung saham setiap bulan tanpa melihat pergerak IHSG. Setiap bulan saya rutin menyisihkan uang sebesar Rp. 300.000an untuk membeli saham $TLKM. Saya target ingin punya 1.000.000 lembar saham nantinya. 🙂

Kenapa saya pilih $TLKM? Karena saya sudah melihat produknya dan saya menjadi salah satu pengguna setia Telkomsel. haha. Hitung-hitung saya memiliki perusahaan $TLKM walaupun hanya 0,00000000001% haha.

Mulai Menjadi Investor

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor hingga 19 November 2020 sudah mencapai 3,53 juta atau meningkat 42% dibandingkan akhir 2019. Investor saham diantaranya mencapai 1,5 juta atau tumbuh 36,13% dari tahun 2019.

Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu mendaftar kelas Saham Pemula di akun @IDX_Event, kita bisa memilih sekuritas yang kita inginkan.

Ada baiknya pelajari dulu sekuritas yang diinginkan, karena ada beberapa sekuritas yang punya biaya bulanan yang cukup tinggi. Heheh.

Penutup

Yuk, mulai nabung saham, tapi ada baiknya dipelajari lebih lanjut sendiri ya. Supaya banyak informasi, bisa cek di akun IG @ngertisaham dan @syariahsaham. Insya Allah disitu lengkap banget penjelasannya. 😛

 

ditulis di Tajurhalang

11:34 WIB Selasa, 9 Februari 2021

sambil mengorek ingatan kelas saham pemula MNC

 

 

One Reply to “Yuk Nabung Saham Untuk Investasi Masa Depan”

  1. […] dengan membayar 100 ribu, saya sudah mendapatkan kelas berisi informasi tentang saham dan saldo di Rekening Dana Nasabah (RDN). Saya belajar banyak di kelas tersebut. Pertemuannya hanya […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!