2020,  2021,  Opinion

Anak Muda untuk Indonesia

Kontribusi kecil untuk Indonesia bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak muda. Hal-hal yang dianggap kecil, bisa saja sangat berpengaruh pada sistem bumi. Small things matter. Tulisan ini merupakan hasil intisari dari Blogger Gathering ‘I Love Indonesia’, Jumat, 8 Januari 2021.

Kondisi Bumi Saat ini

Bumi mencapai titik lelahnya. Pemanasan bumi terus berlanjut. Efek rumah kaca semakin nyata terlihat. Perubahan iklim yang signifikan. Bencana alam dimana-mana, bahkan menjadi langganan tahunan. Banjir bandang, kebakaran hutan, abrasi, dan gempa menjadi santapan berita harian. Kita terus berduka, ada apa sebenarnya?

Bumi merespons segala perlakuan manusia melalui bentuk-bentuk perubahan iklim yang kita alami saat ini. Terlalu banyak pohon ditebang, banjir bandang pun datang menerjang. Terlalu sering membuang sampah sembarangan, banjir jadi langganan. Terlalu banyak menggunakan CFC, ozon bumi menipis, suhu pun meningkat.

Bisa dilihat bahwa ada sebab akibat dari apa yang kita lakukan dan kembali kepada kita. Karena itu, butuh intervensi agar respons bumi kepada kita tak semakin kejam. Sebagai anak muda pemegang masa depan, apa yang bisa kita lakukan?

Apa yang bisa dilakukan anak muda?

Anak muda yang akan meneruskan kehidupan di muka bumi. Jika saat ini sudah rusak, apa yang bisa diberikan kepada generasi mendatang?

Bukankah hal yang sangat egois, jika kita hanya menyisakan cerita tentang indahnya air terjun, hijaunya hutan tropis, suara burung, auman harimau, dan indahnya lumba-lumba berenang di lautan.

Anak-anak kita hanya bisa mendengar cerita dan melihat gambarnya, tanpa bisa merasakan sensasinya secara langsung. Bukan itu yang kita mau.

Karena itu, pada sesi pertama dalam kegiatan gathering I love Indonesia ini dimulai dari kak Edo Rakhman, koordinator koalisi dari Golongan Hutan. Cerita kak Edo dimulai dari anak muda yang punya kepedulian terhadap lingkungan. Anak muda lah yang memegang peranan penting nantinya dalam menjaga kehidupan.

Keadilan Untuk Generasi Mendatang

Ia menyitir beberapa survey yang salah satunya dilakukan oleh Walhi. Sebuah riset yang mengambil persepsi anak muda sebanyak 1000 orang. Dari riset tersebut terlihat bahwa kesadaran anak muda dalam melihat masalah lingkungan sudah terbangun secara kolektif.

Kejahatan korporasi terhadap lingkungan juga sudah dianggap menjadi hal yang masuk dalam pelanggaran berat HAM (ekosida). Mereka juga sudah mengerti bahwa hak atas lingkungan hidup adalah hak asasi manusia. Tapi survey juga menyebutkan bahwa mereka membutuhkan lebih banyak informasi dan pengetahuan lebih dalam.

Menurut kak Edo, anak muda harus diberikan edukasi tentang kecintaan lingkungan. Jika edukasi tidak dilakukan sejak dini, maka akan ada kekosongan pengetahuan tentang lingkungan

Proses pengenalan ini sudah menjadi titik awal untuk melakukan perubahan. Menurut kak Edo anak muda harus diberikan peluang. “Berikan porsi anak muda dalam melakukan pengambilan kebijakan soal lingkungan, jangan mengabaikan suara anak muda dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya bersemangat.

Hal kecil yang bisa dimulai dari sekarang

Salah satu narasumber yaitu Anindya Kusuma Putri mengajak anak muda untuk lebih aware soal lingkungan. Ia menyebutkan kegiatan traveling di air terjun yang sangat membekas di dalam ingatannya. Ketika ada orang asing yang mengingatkan orang agar tidak mandi di air terjun. Karena menurut orang asing tersebut akan ada material non alami yang ikut terbawa ke aliran air terjun. Dan bisa jadi air tersebut jadi konsumsi orang lain.

Kak Anin pun terngiang-ngiang dengan kata-kata orang asing tersebut. Dia pun mulai membaktikan dirinya pada lingkungan. Ia pun mulai aktif dalam kegiatan lingkungan. Menurutnya hal-hal kecil dalam menjaga alam bisa dimulai dari diri sendiri. “Jangan meremehkan kontribusi kecil, karena terhitung sebagai amal baik kita dalam menjaga lingkungan,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Kak Edo juga menambahkan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan seperti memilih belanja untuk tidak menggunakan kantong plastik. Membuang sampah pada tempatnya. “Hal-hal kecil ini bisa sangat berpengaruh, karena plastik tidak akan pernah habis. Pertama karena regulasi yang belum ada dan juga pemerintah belum tegas. Jadi kita bisa melakukan hal tersebut sendiri,” ujarnya.

Pendidikan untuk perubahan iklim

Ketika melakukan hal-hal kecil untuk bumi, seyogyanya anak muda harus mengedukasi dirinya sendiri. Hal inilah yang diangkat dalam presentasi milik Syaharani, dari komunitas Jeda Iklim.

Ia mengatakan bahwa sebagai anak muda, kita harus mengedukasi diri sendiri terlebih dahulu. Banyak membaca, memahami apa yang sedang terjadi, lalu membuat intisari.

“Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah bergerak, turun aksi, melakukan kampanye dengan teman dekat, mengajak teman-teman terdekat untuk turun bersama menuntut pihak terkait khususnya pemerintah mengenai masalah krisis iklim,” tambahnya.

Setelah itu, Syaharani mengatakan perlu bawel. Bawel yang selalu mengingatkan orang lain tentang bahaya perubahan iklim. “Dulu orang gak peduli soal plastik banyak-banyak, tapi ada orang-orang yang bawel dan selalu campaign soal sampah akhirnya orang mulai aware dan mulai peduli terhadap lingkungan,” ujar mahasiswi semester 8 ini.

Penutup

Gathering ini membuat saya semakin yakin untuk melakukan hal-hal kecil yang mungkin sering dianggap sebelah mata. “Ngapain sih bawa tempat minum sendiri? Ngapain sih bawa kantong sendiri? Kenapa sih cuman beli baju setahun sekali?,” dan pertanyaan lainnya. Karena saya tau bahwa apa yang kita tanam, pasti akan kita tuai. Berbenah dari diri sendiri untuk lingkungan yang lebih baik.

 

ditulis di Tajurhalang

23:50 WIB, 9 Januari 2020

 

Tulisan ini merupakan intisari dari kegiatan Gathering I Love Indonesia yang diselenggarakan oleh Golongan Hutan dan Blogger Perempuan. Saya terpilih menjadi salah satu finalis yang terpilih (30 orang) untuk ikut dari 200 peserta yang mendaftar. Alhamdulillah.

Berikut ini adalah link tulisan saya yang disertakan dalam lomba blog : Menatap Sumber Pangan dari Lautan

writer

3 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!