Hamil di Belanda, Tidak Ada Mitos Soal Makanan

Pengalaman hamil di Belanda selama 8 bulan merupakan sebuah hal yang tak akan pernah terlupakan. Salah satunya adalah tidak adanya mitos tentang calon jabang bayi yang dilontarkan oleh bidan. Ada banyak mitos seputar kehamilan di Indonesia, namun di Belanda, ada beberapa hal yang ternyata keliru.

Cerita Hamil di Belanda

Di Belanda, saya mendapatkan tempat periksa di Verlooskundige Eva, Ede. Pemeriksaan pertama saya masih agak malu-malu bercerita mengenai kehamilan saya. Bidan yang menangani saya sangat baik dan open-minded. Beliau memperkenalkan diri sebagai Corry. Perempuan sekitar 30 tahun ini dengan cakap menjawab segala pertanyaan yang ada tiap kami datang kontrol. Untuk di Belanda sendiri, ibu hamil wajib kontrol kandungan setiap sebulan sekali.

Memasuki pemeriksaan kedua saya mulai sering bertanya tentang makanan. Karena sebelum mengetahui bahwa saya sedang hamil, saya sudah memakan banyak makanan pantangan yang dikatakan oleh teman-teman saya di Indonesia. Saya makan sushi, haaring, nanas, makanan pedas, dan lain sebagainya.

Teman-teman saya yang sangat perhatian pun selalu memberikan komentar di Instagram Story saya untuk mengingatkan makanan apa saja yang boleh dan tak boleh. Namun dasar Adlien yang keras kepala, saya pun menanyakan hal ini kepada Corry setiap kali kontrol.

Mitos 1 : Tidak boleh makan nanas, bisa keguguran!

Menurut Corry mitos mengenai buah nanas sudah terlanjur tersebar. Namun sebenarnya memakan buah nanas tidak akan menggugurkan kandungan. Melansir dari The Asian Parent Indonesia, memang nanas tidak baik ibu hamil jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena bisa menimbulkan refluks atau mulas pada ibu hamil.

Buah nanas yang biasa kita makan tidak akan menyebabkan keguguran. Kecuali jika kita hanya memakan bagian tengah nanas. Karena bagian tengah nanas yang banyak mengandung senyawa bernama Bromolin. Bromolin ini bisa digunakan sebagai senyawa anti kanker usus dan bisa menurunkan kadar kolestrol dalam darah. Karena senyawa Bromolin ini bisa melunakkan dinding-dinding sel di dalam usus. Hal ini yang ditakutkan bisa membuat janin bisa menjadi lunak dan luruh.

Jadi sebenarnya bagian lunak nanas masih bisa dikonsumsi, asalkan tidak mengonsumsi bagian bonggol nanas. “Like you eat a lot, maybe 2 or 3 kilogram of that hard part,” ujar Corry sambil tertawa menjelaskan kepada ku. [1]

Kesimpulan :

Makan nanas menyebabkan keguguran adalah MITOS

Mitos 2 : Tidak boleh makan hati ayam atau hati sapi ketika hamil

Untuk mengonsumsi hati ayam atau hati sapi, Corry sangat tidak merekomendasikannya. Karena di dalam hati banyak mengandung Vitamin A dan Vitamin A yang terlalu tinggi tidak baik untuk bayi.

Kenapa? Karena di dalam hati ayam mengandung vitamin A yang sangat tinggi. Vitamin A seringkali dikaitkan dengan cacat lahir pada bayi. Cacat disini bisa saja dalam bentuk mutasi atau mengakibatkan sel kanker tumbuh di dalam janin.

Hal inilah yang membuat Corry meminta saya untuk tidak mengonsumi hati ayam atau hati sapi selama kehamilan.

“You can’t eat liver of chicken or cow while you are pregnant,” ujarnya serius kepada saya. [2]

Kesimpulan :

Tidak boleh mengonsumi hati ayam dan hati sapi ketika hamil. FAKTA

Mitos 3 : Tidak boleh makan sushi

Karena sebelum saya tau bahwa saya hamil, saya sempat merayakan ulang tahun seorang teman di warung sushi. Saya melahap banyak sushi saat itu. Corry pun meminta saya untuk berhenti sementara untuk makan sushi yang mengandung ikan mentah. Karena saya bercerita bahwa saya juga suka mengonsumsi ikan haaring mentah ala Belanda.

“After your pregnancy, you can eat sushi, but now stop to eat sushi or raw fish and raw meat,” katanya kepada kami. [3] Menurutnya ada bahaya mengintai dari bakteri Listeria yang seringkali terkandung dalam daging ikan mentah. Walaupun kemungkinan kena Listeria sangat kecil, namun lebih baik untuk menghindari selama kehamilanmu.

Jika ingin sekali makan sushi, Saya bisa memesan sushi dengan ikan yang sudah dimasak. Ia mengatakan bahwa mengonsumsi ikan lebih baik sudah dalam bentuk yang masak. Jadi selama hamil saya tidak bisa mengonsumsi ikan haaring kesukaan saya. Lalu saya diminta untuk menghindari ikan dengan tingkat merkuri yang tinggi. Misalnya ikan tuna big eye, king makarel, hiu, atau ikan marlin.

Kesimpulan :

Makan ikan mentah di dalam sushi tidak diperbolehkan. FAKTA

Mitos 4 : Ibu hamil tidak boleh minum kopi

Karena saya terkadang butuh kopi untuk tetap melek ngerjain tugas, saya pun bertanya soal amankan minum kopi bagi ibu hamil. Ternyata kafein punya dampak buruk bagi ibu hamil. Di Belanda, bidan sangat tidak menyarankan untuk minum kopi secara berlebihan. Paling tidak satu cangkir sudah cukup. Karena kafein punya bentuk lain seperti coklat maupun teh. Sehingga membatasi jumlah kopi tentu sangat baik untuk ibu hamil.

Dia juga menyarankan saya untuk mengurangi konsumsi coklat setelah mendengar penjelasan saya tentang kebiasaan saya mengemil coklat sampai 1 balok besar. haha. “Just take one or two small block of your chocolate, no more that that,” katanya tegas. Karena menurutnya kafein punya dampak yang akan berpengaruh kepada janin yang dikandung ibu hamil.

Kesimpulan :

Minum kopi terlalu banyak untuk ibu hamil tidak baik bagi janin. FAKTA

Mitos 5 : Makanan pedas tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil

Banyak pantangan bagi ibu hamil yang sering terbaca di dalam DM Instagram. Salah satunya adalah saya dilarang makan sesuatu yang pedas. Jadi ketika kami masuk ke dalam perbincangan soal makanan pedas, Corry tersenyum melihat saya. “Pasti susah ya tidak makan pedas buat orang yang suka makan pedas,” ujarnya bersimpati. Tapi ternyata Corry memperbolehkan saya untuk menyantap makanan pedas. “but remember : not too spicy,” tambahnya lagi..

Jadi menurut Corry, jika janin yang dikandung ingin memiliki nafsu makan dan selera makan yang sama dengan ibu, mulai diperkenalkan makanan sejak masih di dalam kandungan. Menambahkan sedikit rasa pedas pada makanan ibu hamil (dalam kategori wajar) masih bisa diperbolehkan.

Kesimpulan :

Makanan pedas bagi ibu hamil diperbolehkan FAKTA

Mitos 6 : Ngidam harus diturutin, nanti anak jadi suka ngeces (drooling) kalau gak diturutin?

Pertanyaan saya ini terdengar konyol bagi Corry. Terbukti ketika saya menanyakan pertanyaan ini, dia langsung tertawa. Menurutnya tidak ada penjelasan ilmiah bahwa bayi berliur karena ibu tidak menyelesaikan ngidam (cravings) ketika hamil.

“Maybe it’s just a trick for you to pleased her,” katanya sambil melihat Arif. Hahah. Kami pun tertawa bersama. Menurutnya bayi berliur bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya pertumbuhan gigi, bayi juga belum bisa mengontrol saliva di mulutnya karena otot mulut masih lemah. Jadi sangat wajar bayi berliur dan akan berhenti di waktu yang tepat.

Kesimpulan :

Ngidam tidak keturutan bayi akan sering berliur MITOS

Mitos 7 : Tidak boleh makan susu atau keju

Keju dan susu sebenarnya baik bagi janin, namun Bidan Corry menyarankan agar kami selalu membeli bahan makanan yang telah di pasteurisasi. Karena di Belanda jenis keju dan susu sangat beragam. Ada yang sudah dipasteurisasi ada juga yang belum dipasteurisasi. Sehingga kami berdua diminta untuk lebih hati-hati ketika melihat jenis keju ataupun susu yang belum dipasteurisasi.

Ada beberapa keju juga yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil, misalnya keju Brie yang dibuat dengan campuran jamur. Selain keju Brie, saya tidak diperbolehkan untuk makan keju jenis Camembert, Blue Cheese dan Gorgonzola. Padahal keju ini lumayan enak untuk diletakkan di atas salad atau roti panggang. Jadi saya bertahan dengan keju asap dan keju cheddar.

Kesimpulan :

Produk susu non-pasteurisasi tidak bisa dikonsumsi FAKTA

Penutup

Ternyata banyak hal mitos dan fakta yang saya ketahui ketika hamil disini. Bidannya menjelaskan dengan lengkap dan jelas, Bahkan kami menghabiskan waktu 1 jam di dalam ruangan untuk melakukan pemeriksaan dan juga ‘wawancara’ seputar mitos dan fakta kehamilan.

Walaupun pada akhirnya saya tidak melahirkan di Belanda, namun pengalaman penjelasan dari bidan tersebut selalu terngiang-ngiang sampai sekarang. Bidan Corry menjelaskan pertanyaan kami dengan tenang dan tanpa menggurui. Sayangnya tidak bikin video wawancara bersama bidan Corry, padahal bakalan seru kalau jadi video di Youtube. Heheh.

ditulis di Makassar

20:29 WITA, 26 November 2020

tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog bersama The Asian Parents Indonesia. Informasi lebih lengkap bisa klik disini

Translate :

  1. Kecuali kamu makan banyak sekali, seperti 2 sampai 3 kilo bagian keras nanas.

  2. Kamu gak boleh makan hati Ayam atau hati sapi selama hamil.

  3. Setelah kehamilanmu, kamu bisa makan sushi. Tapi sekarang berhenti makan ikan mentah ataupun daging mentah.

  4. Hanya ambil 1-2 blok coklat saja per hari. Tidak boleh lebih dari itu.

  5. Tapi ingat jangan terlalu pedas

  6. Mungkin itu hanya trik Anda agar dia membahagiakan kamu

One Reply to “Hamil di Belanda, Tidak Ada Mitos Soal Makanan”

  1. […] banget kan ketika lagi asik-asiknya ngescroll berita, eh muncul iklan. Pasti bete banget. Nah, di aplikasi ini kita tidak akan menemukan gangguan iklan. Jadi betah […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!