2021,  Opinion

Jangan Pernah Iri

Pernah gak sih merasa kok hidup orang lain ‘kayaknya’ baik-baik saja? kenapa hidup orang lain ‘kayaknya’ asik-asik saja? Sepertinya hidup orang lain di media sosial terlihat tidak pernah sedih, selalu bahagia, dan beragam perspektif lainnya. Jujur, saya pernah iri dengan pencapaian orang lain.  Astagfirullah..

Media Sosial Saat ini

Media sosial diciptakan sebagai showcase kehidupan seseorang. Tak ayal kita selalu posting pencapaian di dalam media sosial. Kehamilan bisa disebut sebagai pencapaian bagi seseseorang yang mendamba anak sekian lama. Nilai yang sempurna bisa jadi pencapaian seorang anak yang berharap PS5. Bisa berkumpul dengan teman setelah 3 tahun terpisah bisa jadi sebuah pencapaian seorang yang tinggal jauh dari kota tinggalnya. Dan ribuan pencapaian lainnya.

Semua pencapaian ini bisa dikategorikan sebagai rezeki dari Allah SWT. Wajar jika kita ingin mengunggah dan membagikan kebahagiaan. Namun jika masih bisa menahan diri untuk tidak mengunggah maka lebih baik lagi.

Tapi di kehidupan modern seperti saat ini, mengunggah sebuah hal ke dalam media sosial merupakan hal yang sangat wajar. Karena banyak orang yang menganggap menyimpan di media sosial lebih aman dibandingkan menyimpan di dalam harddisk yang rawan dicuri. Menyimpan di cloud lebih mudah ditemukan dan diarsip daripada mencari satu-satu di dalam folder laptop.

Hal ini lah yang membuat orang semakin sering mengunggah kegiatan harian mereka. Agar bisa terdokumentasikan dengan baik. Dan tak ayal kita kebanjiran informasi kebahagiaan tiap hari. 🙂

Jangan Iri

Namun jika kita memiliki keterbatasan untuk mencapai hal-hal bahagia tersebut, timbullah rasa iri. Saya pernah iri dengan teman-teman yang ketika punya anak terlihat baik-baik saja. Astagfirullah..

Mereka bisa memeluk anaknya, mereka bisa bercanda tawa dengan anaknya, mereka tanpa ragu bisa mencium anaknya. Karena saya merasakan baby blues di masa awal kelahiran Ayyash. Saya tak bisa memeluk dia karena ada rasa kesal dan sebal sama dia. Hal ini lah yang membuat saya semakin terpuruk lagi karena melihat media sosial. Semua foto menunjukkan kebahagiaan memiliki bayi. Tak ada yang seperti saya. Semua orang terlihat baik-baik saja dengan bayinya.

Namun ternyata, setelah saya posting tentang masalah baby blues di dalam akun saya, banyak orang yang menDM saya dan mengatakan bahwa mereka mengalami hal yang sama. Astagfirullah. Ternyata saya berburuk sangka tanpa mengetahui cerita aslinya.

Ternyata postingan yang terlihat bahagia tidak selalu memiliki cerita yang bahagia juga. Karena tanpa kita ketahui bisa saja dibalik senyum pemilik akun, mereka memiliki masalah keuangan, masalah keluarga, masalah hidup, dan segudang masalah lainnya. Dan mereka hanya memilih untuk tidak menunjukkan kesedihan di dalam setiap postingannya.

Karena itulah, Allah SWT sudah menjelaskan di dalam sebuah ayat di dalam AlQuran bahwa “Sesungguhnya TuhanMu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hambaNya” (Al Isra : 30).

Perbanyak Bersyukur

Jadi jangan khawatir tentang rezeki, Allah SWT sudah mengatur sebaik-baiknya untuk kita. Jujur, perasaan iri adalah hal yang wajar, namun ada baiknya disimpan dalam hati dan semakin sering bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini.

Saya sedang mengusahakan memperbanyak pikiran positif dan bersyukur tentang hal yang saya miliki saat ini. Saya bersyukur masih memiliki keluarga yang lengkap, memiliki tempat untuk berteduh dari hujan dan panas, mempunyai kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi dengan dukungan keluarga, mendapatkan support saat mengalami baby blues dan sederet kesyukuran saya selama 2020.

Hal ini yang membuat saya sekarang bisa menyikapi lebih positif atas postingan pencapaian-pencapaian teman-teman di media sosial. Semoga di tahun yang baru ini kita bisa lebih banyak bersyukur dan berhenti untuk membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain. Aamin ya rabbal alamin. 🙂

ditulis di Tajurhalang

Kamis, 7 Januari 2020

sambil membaca informasi Read Aloud

writer

2 Comments

  • Mayuf

    Kalo aku malah iri nya saat teman sebayaku udah ada yang upload tunangan, terus undangan pernikahan dan ada pula yang udah punya anak, kemudian aku sendiri masih jomblo hahaha
    Tapi gak apalah tetap aku syukuri dan ya mungkin belum saatnya hehe

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!