Sebuah Perlawanan dari Faqiha dan Kartu Pos Untuknya

Namanya Faqiha Rizqina Kamila tapi saya dan semua keluarga memanggilnya Faqiha. Ia adalah sepupu saya dari pihak Bunda. Saya mengenalnya sebagai anak yang ceria dan cerdas. Beberapa kali ia memenangkan lomba cerdas cermat di sekolahnya. Hitung-hitungannya pun selalu tepat. Tak ayal ia menjadi salah satu bintang di sekolahnya dan di hati kami para sepupunya.  Rambutnya ikal bergoyang-goyang ketika berlari kesana kemari. Umurnya masih 10 tahun saat ini, tapi kadang ia tampil bak seorang dewasa. Pernah satu kali ia menceramahi saya tentang pentingnya belajar. Betapa sok taunya ia. Tak lama ia pun […]

Continue Reading

Subuh Sendirian di Pantai Pintu Kota Ambon

“Jang ose coba-coba ke Pintu Kota sendiri, bahaya,” ujar Maman di malam hari sebelum saya berangkat ke Pintu Kota. Memang perjalanan ini tergolong nekat. Karena saya pernah mendengar cerita beberapa orang bahwa sunrise di Pantai Pintu Kota sangat memanjakan mata. Saya pun melontarkan ide tersebut ke Maman, seorang teman yang sudah tinggal lama di Ambon. Tapi bukannya mendapat saran, saya malah dimarahi dan diminta untuk melupakan ide gila itu. Haha. Bukan Adlien namanya kalau dilarang malah semakin penasaran. Alarm berbunyi tepat pukul 05.15 WIT. Setelah membersihkan diri dan shalat subuh, saya […]

Continue Reading

Menembus Kabut Naik Mobil Hardtop di Desa Sukawana

Apa sih Hardtop itu? Bagi sebagian orang, pasti mengenal mobil Hardtop dengan sebutan mobil Offroad. Hahah. Sama juga dengan saya. Sejak pertama kali melihat mobil yang sangat maskulin itu, saya menyebutnya dengan sebutan mobil offroad, ternyata saya salah. Mobil itu dinamakan mobil jenis Hardtop, sedangkan olahraganya Offroad. Selama ini saya selalu melihat olahraga seperti Offroad hanya dari kejauhan. Sepertinya agak sulit untuk melakukan olahraga tersebut untuk traveler berbudget terbatas seperti saya. “pasti mahal deh”, pikirku. Jadi saya hanya berharap bisa mencicipinya suatu hari. Dan Alhamdulillah dapat kesempatan untuk offroad gratis dari […]

Continue Reading

Mencicipi Glamping di Trizara Resort

pemandangan kamar saya dari Netra Apa itu Glamping? Pasti pertanyaan tersebut yang saat ini teman-teman tanyakan di dalam hati. Kemudian mulai mencari kata kunci di dalam Mbah Google, mengetikkan kata “Apa itu Glamping?” di dalam kotak pencarian. Heheh. Hal itu yang juga saya lakukan ketika mulai menemukan kata Glamping. Hahah. Jadi Glamping bisa diartikan sebagai Glamorous Camping. Sebuah fenomena baru di saat ini. Dan ada beberapa tempat yang menyediakan tempat untuk bisa melakukan Glamorous Camping, salah satunya Trizara Resort yang terletak di Lembang, Bandung. Nah, Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk datang […]

Continue Reading

Sunrise View from Tatanggo Hills, Namlea

  Sedari pagi kami berusaha menyelesaikan tugas sebelum beranjak dari penginapan. Karena pagi ini adalah pagi terakhir, saya berusaha menghabiskannya untuk menjelajah. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 WIT. Sebenarnya sudah agak terlambat untuk melihat sunrise, tapi kami berdua tetap memaksa untuk menuju Bukit Tatanggo. Bukit ini masuk dalam daftar wisata andalan Pulau Buru, menurut website resmi Kabupaten Buru.  Perjalanan ke Bukit Tatanggo tidak membutuhkan waktu lama. Dari daerah Simpang Lima jika menggunakan sepeda motor hanya menghabiskan waktu sekitar 5 menit. Kami memberhentikan ojek di depan BNI Namlea, langit sudah berwarna pink […]

Continue Reading

Sweet Escape at Lala Beach

Matahari masih belum nampak, saya bergegas menyiapkan kamera dan air minum. Pagi ini adalah dua hari terakhir sebelum saya meninggalkan Pulau Buru. Karena itu saya tak ingin menyiakan kesempatan. Menurut informasi dari seorang teman, salah satu spot bagus untuk melihat matahari terbit adalah Pantai Lala. Nah, atas rekomendasi inilah saya pun dan kedua teman saya segera mencari ojek untuk mengangkut kami ke Desa Lala. Dalam pemahaman kami bertiga, pantai Lala terletak di Desa Lala. Kami pun menyetop ojek, saat itu waktu masih menunjukkan pukul 5.40 WIT. Langit masih gelap, bintang masih […]

Continue Reading

Resep Umur Panjang dari Nenek Berumur 100 tahun di Wamlana

Saya bersyukur dapat bertemu dengan Nenek Maryam Salasiwa, saya memanggilnya Nenek saja. Beliau adalah ibu dari seorang Bapak Ide, mantan nelayan yang rumahnya kami tempati menginap selama satu minggu. Di Desa Wamlana, saya belajar banyak dari Nenek Ima yang dipercaya berumur lebih dari 100 tahun, saat Belanda dan Jepang masih berkeliaran di Pulau Buru. Ia pun masih bisa menggunakan bahasa Jepang sedikit-sedikit. Pun bahasa Belanda yang ia pelajari dari orang Belanda yang kerap menyambangi desa-desa di waktu lampau. Ia lahir di sebuah desa kecil bernama Waipoti sekitar tahun 1900-an awal. Ia […]

Continue Reading

Peluh Keringat Pencari Daun Kayu Putih

Pulau Buru identik dengan minyak kayu putih. Sejarah minyak kayu putih sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda disini. Saya mengunjungi sebuah ketel, sebutan untuk tempat penyulingan daun kayu putih untuk menjadi minyak kayu putih. Lokasi ketel tersebut di Desa Wamlana, sebuah desa yang jaraknya kurang lebih 100 kilometer dari Kota Namlea. Setiap pagi para pekerja pencari daun kaun putih sudah siap dengan keranjang besar yang terbuat dari anyaman bambu. Di saat subuh mereka suda menyiapkan tongkat untuk menarik batang kayu putih yang dirasa tinggi. Ada dua cara bagi mereka untuk mendapatkan […]

Continue Reading

Kisah Gila 2.5 Tahun Bersama Asus Zenfone 5 #Part 2

di Air Terjun Ureng, Maluku tulisan ini adalah kumpulan kisah seru bersama HP Asus Zenfone 5 selama 2.5 tahun. Untuk melihat #Part 1 bisa klik disini -> Kisah Gila 2.5 Tahun Bersama Asus Zenfone 5 #Part 1 Cerita Kedua – Melawan Preman di Pelni Menuju Banda Neira   ready to have a fight with preman. hahah.   Kejadian kedua bahkan lebih gila lagi. Saya melawan preman di dalam kapal pelni di saat menuju Banda Neira. Saat itu tanggal 22 Desember 2014, Kapal Pelni Tidar baru berangkat pada pukul 21.00 WIT. Saya […]

Continue Reading

Kisah Gila 2.5 Tahun Bersama Asus Zenfone 5 #Part 1

  My Asus di Magelang. 🙂   Ketika saya akhirnya memutuskan untuk melabuhkan hati pada Asus Zenfone 5 itu penuh dengan pertimbangan. Pertama adalah budget. Uang di tabungan saya pada waktu hanya sekitar 2.5 juta rupiah. Hasil menabung setelah 6 bulan bekerja, saya pun membeli sebuah hp di bilangan Jakarta. Harga Asus Zenfone 5 saat itu adalah 2,4 juta rupiah. “Masuk dalam budget,” pikirku waktu itu.  Kedua, faktor ketahanan HP. Saya menggunakan laptop Asus A455 L berwarna biru (sekarang merah). Saya melihat bahwa laptop Asus yang saya gunakan tahan banting, walapun […]

Continue Reading