2022,  belanda,  indonesia,  Opinion,  scholarship

Aplikasi Untuk Tugas Kuliah di Belanda

Aplikasi untuk mengerjakan tugas ketika kuliah di luar negeri dan terpakai banget ketika saya berkuliah di Wageningen University and Research. Ada beberapa aplikasi yang membantu saya untuk membuat tugas beragam ketika kuliah. Tipe tugas di Belanda itu kebanyakan tugas kelompok dan bikin paper. Heheh.

Ada beberapa aplikasi yang pasti udah sering banget didengar dan mungkin ada beberapa aplikasi yang malah baru kalian dengar.

Nah apa saja aplikasi tugas yang bener-bener membantu selama 2 tahun kuliah. Mari simak tulisan dibawah ini :

Google Translate

Google Translate kayaknya udah wajib banget digunakan ketika mau translasi dari Bahasa Inggris ke Indonesia ataupun sebaliknya. KAdang saya menggunakan google translate untuk mentranslate hasil tulisan saya. Ketika banyak tugas dan rasanya kepala mau pecah, Google Translate jadi penolong.

Saya terbiasa menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia terlebih dahulu. Emang PR sih, menerjemahkan paper dalam bahasa Inggris lalu diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia, lalu kembali ke bahasa inggris. haha. Tapi emang gitu cara otakku bekerja.

Ada beberapa orang yang dianugerahi kemampuan berbahasa tanpa perlu kamus, kebetulan, saya bukan salah satu orang dengan tipe itu. hehe. Google Translate merupakan tools yang sangat membantu saat saya berkuliah di Belanda.

Google Translate berfungsi seperti Konyaku Jelly Penerjemah dari Kantong Doraemon. Salah satu yang paling saya suka dari Google Translate adalah kita bisa mentranslasi bahasa asing hanya dengan memotretnya. Asik banget. πŸ™‚ Saya gak perlu untuk translate satu-satu per kata. Tinggal ambil HP, lalu foto gambar yang ingin ditranslate, jadi deh. heheh.

Grammarly

Selanjutnya adalah aplikasi yang bermanfaat ngerjain tugas Grammarly. Aplikasi ini untuk melihat bagaimana grammar tulisan kita. Sesuai dengan nama aplikasinya “Grammarly”. Jadi kita bisa mengecek apakah grammar tulisan kita sudah baik atau belum.

Kalau menggunakan Google Translate tuh bahasanya bisa kacau banget. haha. Penempatan ‘is’ , ‘are’, ‘were’Β  bisa jadi salah kalau kita bertumpuan hanya dengan Google Translate.

Seringkali jika saya menulis langsung menggunakan bahasa inggris, grammar saya kacau banget. Karena jujur saja, saya tipe pembelajar bahasa inggris yang bukan berpatokan dengan grammar. Tipe orang yang ‘asalkan orang ngerti, insya Allah bisa’. hahah.

Nah, sedangkan bahasa tutur itu tidak bisa digunakan dalam tugas-tugas kuliah. Tulisan yang ada di dalam tugas kuliah harus terkesan ‘expert’. Gak mungkin lah ada kesalahan minor kayak salah penempatan ‘is’, ‘are’, ‘were’ dalam tugas kuliah. hehe.

Nah aplikasi Grammarly datang sebagai penyelamat. Aplikasi ini berbayar sih, tapi worthed banget lah kalau daftar ini. hehe. Caranya bisa beli patungan Grammarly. Saya akan buka patungan Grammarly lagi di bulan Oktober. πŸ™‚

Quillbot

Jika otak sudah lelah, lalu kita menemukan satu artikel seru di dalam jurnal. Tapi di dalam tugas-tugas di kampus luar negeri, haram banget hukumnya untuk copy paste. Nah, cara yang bisa dilakukan adalah melakukan parafrase. Parafrase artinya mengganti struktur kalimat tanpa merubah arti. Susah banget kalau kosa kata bahasa inggris kita terbatas.

Karena itulah, muncul aplikasi ini sebagai penyelamat tugas. Quillbot namanya. Masih jarang banget terdengar nama aplikasi ini. Tapi worthed banget dipakai yang premium. Saya menggunakan aplikasi ini untuk membantu saya menulis thesis hehe.

Gak terasa saya sudah menggunakan aplikasi ini lebih dari 3 tahun. Hingga bekerja di sebuah lembaga pun, saya tetap menggunakan Quillbot untuk memperkaya kosa kata saya dalam menulis laporan. Keren banget lah aplikasi ini.

Canva

Jika berbicara mengenai Canva, ini adalah aplikasi yang membantu saya untuk mempresentasikan tugas-tugas saya dalam bentuk yang lebih keren. Ketika diminta untuk membuat presentasi, semua template yang ada di dalam Canva membantu saya mengerjakannya dengan baik.

Mengerjakan flyer kegiatan, presentasi tugas kuliah mandiri, presentasi tugas kuliah kelompok, video editing, blog editing, dan juga membuat presentasi kampanye jadi Ketua PPI Wageningen. hahah.

Canva membuat saya semakin kreatif. Apapun yang membutuhkan jasa desain, saya langsung unjuk tangan. Karena saya tahu, kegiatan mendesain jadi lebih mudah dengan menggunakan Canva. Canva is a game changer di waktu itu.

Saking seringnya saya membuat template menggunakan Canva, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi Canva Certified Creatives pada tahun 2018. Hahah. Saya sampai kaget dapat email yang mengatakan bahwa saya ditunjuk sebagai CCC. Saat ini program CCC sudah tidak ada lagi, tapi saya banyak mendapatkan kesempatan seru dari Canva. Salah satunya adalah diundang menjadi pemateri di IAIN Pare-pare untuk kegiatan Mendesain Animasi dan Infografis menggunakan Canva.

Selain itu Canva juga menyediakan platform supaya orang bisa dapat duit dari Canva. Caranya bisa dibaca disini : Cara dapat uang dari Canva

Turnitin

Jika berbicara soal copy paste, di kampus saya, jika hal itu terjadi, maka dosen bisa melihat seberapa banyak artikel yang kita copy paste dari internet.

Hal ini dikarenakan dosen-dosen di Wageningen memiliki akun Turnitin yang bisa melacak darimana sumber artikel yang kita masukkan ke dalam tugas.

Jika ditemukan plagiarisme lebih dari 33%, maka tugas akan dikembalikan kepada student. Plus akan ada surat peringatan dari kampus yang menyatakan bahwa kita melakukan plagiarisme. Makanya serem banget. Lebih baik punya Turnitin sendiri untuk mengecek sebelum menyerahkannya ke dosen bersangkutan. Biasanya di kampus menyediakan aplikasi Turnitin jika kita ingin mengecek hasil tulisan thesis kita atau tugas kita.

Saat ini Turnitin juga sudah menyediakan program pakai bahasa Indonesia sehingga plagiarisme bisa ketauan atau tidak. Hal ini dikarenakan Turnitin menggunakan AI untuk mengecek data secara komprehensif di internet.

Penutup

Selain lima aplikasi diatas, pasti ada aplikasi tugas yang sering digunakan. Tapi buat saya, lima aplikasi diatas adalah pembantu dan penolong saya selama melakukan studi di Wageningen University and Research (WUR). Dan ternyata semua aplikasi tersebut masih saya gunakan hingga saat ini dan membantu saya dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

 

ditulis di Tajurhalang

2:09 WIB Jumat 5 Agustus 2022

sembari nonton Drama Korea Extraordinary Attorney Woo

writer

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!