Our First Winter in Wageningen

Setelah beberapa bulan di Wageningen, akhirnya kami merasakan salju untuk pertama kalinya. Walaupun menurut Google, winter akan dimulai pada tanggal 20 Desember 2017 dan berakhir pada tanggal 20 Maret 2018, tapi salju sudah mulai bertaburan di Wageningen hari ini. Awalnya hanya sedikit, tapi lama kelamaan ia menjadi semakin banyak. Suhu di luar menunjukkan pukul minus 5 derajat celcius. Warna lapangan di luar apartemen yang tadinya hijau berubah menjadi putih. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi keluar dan melihat keadaan di sekitar. Jalanan yang awalnya berwarna gelap mulai memutih sedikit demi sedikit. Rerumputan […]

Continue Reading

Untuk Indonesia Dari Wageningen – Atrasina Adlina PPIW 2018 #bersatuwageningen

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together – African Proverb Berangkat dari pepatah tua tersebut saya dan anda bisa bekerja bersama-sama mewujudkan PPI Wageningen yang inovatif, inklusif dan akademis. Saya harap itu bisa jadi mimpi kita bersama, kerja kita semua. Saya bukan siapa-siapa, tanpa kalian semua. Inovatif? Inklusif? Akademis? Kenapa harus tiga kata itu? Singkat kata, Indonesia dengan segala masalah yang dihadapi, negeri ini yang merentang dari Aceh sampai Papua, sejak Rote hingga Bekasi, butuh manusia Indonesia terbaiknya untuk ikut berupaya menyelesaikan […]

Continue Reading

Cara Gratis Kirim Uang ke Luar Negeri dengan Transferwise

Jika ingin mengirim uang ke Indonesia dengan potongan yang murah bahkan gratis untuk pengiriman uang pertama kali. Minggu lalu saya mencoba mengirim uang dari mata uang Euro ke Rupiah dan gratis untuk 500 euro pertama! Selain gratis, kurs rupiah yang didapatkan lebih fair dibandingkan kurs yang diberikan oleh bank konvensional. Tak hanya itu, uang juga tiba dalam waktu 2 hari kerja! Gak perlu khawatir kalau uangnya akan nyangkut. Nah, terdengar seru kan? Karena itu saya ingin membagi pengalaman saya menggunakan aplikasi ini untuk teman-teman. Saya menggunakan aplikasi TransferWise yang didirikan oleh […]

Continue Reading

One Fine Day in ‘s-Hertogenbosch

Setelah berkutat dengan exam Periode 1, akhirnya masuk juga masa liburan. Karena boss besar sudah tiba di Belanda, ada satu hal penting yang harus dilakukan. Sebagai ‘Alien’ atau pendatang, dia harus mengambil kartu penduduk di sebuah kota bernama ‘s-Hertogenbosch. Kartu sakti ini bernama Verblijfstitel. Mirip KTP tapi untuk penduduk sementara yang tinggal di Belanda. Setiap orang yang tinggal sementara (1 tahun lebih) di Belanda wajib memiliki kartu ini. Ketika Arif tiba di Belanda, saya sedang menghadapi masa-masa ujian Period 1. Karena itulah perjalanan kami ke ‘s-Hertogenbosch tertunda selama dua minggu. Padahal […]

Continue Reading

5 Alasan Memilih Student Housing dengan Shared Facilities di Wageningen

Shared Facilities vs Self Contained Untuk para mahasiswa internasional di Wageningen University, sering kali kita diberikan pilihan untuk tinggal di kamar dengan shared facilities atau self contained. Apa sebenarnya kamar dengan shared facilities dan self contained? Kamar dengan Shared Facilities harus berbagi dengan penghuni kamar lainnya. Contohnya saja jika memilih tinggal di Asserpark, kita akan berbagi kamar mandi dan WC bersama 6 penghuni lainnya. Selain itu ada Living Room dan Kitchen yang digunakan bersama-sama. Sehingga terjalin keakraban antara penghuni koridor tersebut. Ada beberapa tipe building yang ditawarkan oleh Idealis (managemen perumahan […]

Continue Reading

24 jam Jakarta – Wageningen . . It’s not good bye

12 Agustus 2017 20 Jam Sebelum Keberangkatan Seharusnya ini jadi ulang tahun Ayah yang ke 64 bersama dengan anak-anaknya. Seharusnya ini jadi ulang tahun yang menyenangkan baginya. Karena sangat jarang anak-anaknya berkumpul lengkap berenam. Saya yang seringkali meninggalkan rumah, Milzam yang sebentar lagi akan membuat ‘rumah kecil’ baru, Hany yang memilih untuk tinggal di Ibukota, Majid yang bercita-cita sebagai koki dan harus rela pulang pergi, Azizah yang sedang mengejar impiannya dan si Bungsu Maulana yang menetap di Pesantren. Tapi ternyata di ulang tahunnya, Ayah malah harus kembali merelakan anaknya “pergi” lagi. […]

Continue Reading

Lagu Indie Wajib Dengar dikala Merantau

Saya menulis ini ketika membuka jendela kamar di lantai 10. Udara pagi masih menusuk ke rusuk. Saya melihat jam tangan. Pantas saja masih dingin, jam menunjukkan pukul 06.30 pagi. Tidak ada suara kokok ayam seperti di rumah. Sepi. Sangat sepi. Lagu Akad milik Payung Teduh menemani pagiku sama seperti kemarin. Mendengarkan musik membawa kenangan di saat pertama lagu itu diperdengarkan. Saya masih terngiang-ngiang suatu sore di Lephas Universitas Hasanuddin. Duduk bersama Pak Alwi Rahman dan ia bercerita tentang bagaimana musik merupakan sebuah lubang. Ia menyimpan kenangan. Ingatan yang tak lekang. Setiap […]

Continue Reading

viuGraph, Aplikasi Kekinian Milik Anak Bangsa

Saat ini setiap orang memiliki setidaknya dua aplikasi media sosial di dalam handphonenya. Mulai dari Path, Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan beragam aplikasi lainnya. Pasti sudah banyak review tentang media sosial tersebut, nah kali ini saya mau membahas sebuah aplikasi milik anak bangsa. Kayak apa sih media sosial milik orang Indonesia ini? viuGraph namanya. Cukup singkat namun mudah diingat. Mungkin pembuatnya memikirkan kata “view” namun diplesetkan jadi lebih kekinian. 🙂 sekilas, aplikasi ini sangat mirip dengan Instagram yang sedang booming. Aplikasi ini diluncurkan di tahun 2017, jadi masih sangat baru dan […]

Continue Reading

Mimpi Ayah dan Bunda Memasuki Usia Senja

Manusia hidup seringkali dikendalikan oleh impiannya. Manusia banyak melakukan cara agar bisa mencapai apa yang diinginkannya. Sama seperti Bunda, di umurnya yang mulai menua, keinginan Bunda agar bisa mengunjungi Tanah Suci semakin menggebu. Beberapa kali keinginannya itu diutarakan secara langsung. “Bunda ingin sekali bisa naik haji, atau minimal bisa umroh,” ujarnya. Mimpi itu semakin hidup akhir-akhir ini. Apalagi ketika beliau menyinggung mengenai sepetak tanah yang besarnya tak seberapa. Beda lagi dengan Ayah, walaupun tak terlalu menampakkan citanya, tapi saya yakin ada yang berdesir di dadanya jika mendengar kata Haji. Sudah ratusan […]

Continue Reading

Tips Agar Tak Merasa Sendirian, Jika Tak Mudik

Merantaulah, maka kau akan tahu betapa mahal tiketmu untuk pulang Adagium tersebut seringkali kita temukan berseliweran di timeline media sosial. Seolah menjadi pembenaran bagi seseorang untuk merantau dan akan kelabakan ketika rasa rindu ingin pulang. Saya adalah satu yang mengaminkan adagium tersebut. Masih lekat dalam ingatan, ketika saya menangis sesugukan di pojok rumah. Apa pasal? Orang tua saya tak mampu membelikan tiket pulang ke Jakarta. Karena kebetulan di tahun itu, waktu lebaran sangat dekat dengan waktu pendaftaran. Saya yang datang di bulan Agustus, dan lebaran jatuh di tanggal 1 Oktober. Terlalu […]

Continue Reading