Tips Penting Bagi Snorkeler Pemula #saveourcoral

Pernah lihat foto kumpulan orang yang membuat tenda di atas terumbu karang masif? Pernah melihat orang yang foto di bawah air kemudian menginjak terumbu karang? Atau mungkin pernah melihat orang yang mencabut terumbu karang kemudian mengangkatnya ke permukaan air? Saya menganggap mereka tidak mengetahui fakta tentang terumbu karang. Sehingga muncul tulisan ini karena saya merasa resah dengan foto-foto tersebut.  Guys, please do concern with our coral reef condition. Why we need to concern about this? Fyi , Indonesia memiliki luas sekitar 2.915.000 kilometer persegi. Dan hebatnya, daerah terumbu karang kita terdiri […]

Continue Reading

Sebira, Pulau Bugis yang Termakan Zaman

Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Sebira saya bertanya-tanya, apakah pulau ini sama seperti yang saya temukan di Google. Banyak yang menyematkan sebagai Pulau Bugis karena menurut beberapa website di Pulau Sebira nyaris 90% penduduknya berasal dari Bugis. Saya sudah menyiapkan beberapa kosakata dalam bahasa Bugis agar bisa bertahan disana. Kata-kata seperti Nganre’ , Massipa’ , Tindro’ menjadi kata andalan.  *) Menurut situs berita tentang Kepulauan Seribu, Pulau Sebira dipersiapkan menjadi KampungWisata Bugis. Hal ini dikarenakan banyaknya rumah dan penduduk Bugis yang masih asli. Sehingga saya berekpektasi lebih tentang pulau yang […]

Continue Reading

Reklamasi Teluk Jakarta di Mata Nelayan Muara Kamal

Selama menunggu kapal untuk menuju Pulau Sebira saya menyusuri kanal Muara Kamal. Saat itu sudah senja. Langit berwarna jingga. Deretan kapal nelayan sudah mulai mempersiapkan diri untuk melaut. Bau amis menguar di udara. Laut tak berwarna biru, lebih mengarah kecoklatan bahkan hitam. Pesawat komersil lalu lalang di langit. Menurut warga, Muara Kamal menjadi salah satu jalur pesawat terbang yang akan mendarat di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.  Saya berdiri di sebuah pelelangan ikan. Setiap pagi, sejak pukul 3 pagi, tempat ini ramai dengan para penjual dan pembeli yang […]

Continue Reading

Learn Culture From a Movie (Uang Pana’i Movie)

sumber : disini Kualleangi Tallanga Natowalia  – Bugis Proverb “Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai” In some ways, traditional culture and modern culture are alike. Any culture is a system of learned and shared meanings. People learn and share things over the course of generations, and so we say they are a culture. Traditional and modern culture function similarly because both are ways of thinking, ways of relating to people and to the universe. A modern-culture Bugis Makassar movie, titled “Uang Pana’i” released last week. Uang Pana’i is money […]

Continue Reading

Memoar Anak Kelautan di Unhas #happyannivUnhas60th

Dulu sekali, saya tidak pernah terpikir akan masuk dalam dunia kelautan. Berenang pun saya tidak bisa. Saya trauma dengan kolam renang. Ketika menginjak di bangku SMP, ketiga sepupu saya dari pihak Ayah pernah membuat saya hampir tenggelam di kolam renang. Parahnya mereka juga masih belajar berenang saat itu. Sehingga saya ditolong oleh orang dewasa. Sejak saat itu saya membenci kolam renang. Saya selalu membayangkan ada tangan terjulur yang kemudian menarik saya ke kedalaman kolam renang.  Trauma itu tak berhenti ketika saya menginjak bangku SMA. Namun saya tertarik dengan pemandangan bawah laut […]

Continue Reading

Kisah Adlien Untuk Menjadi Awardee LPDP

foto diambil di Pantai Kedungtumpang, Tulungagung, Jatim 24 Januari 2016   Saya mengambil foto ini jauh sebelum saya dinyatakan lolos sebagai salah satu Awardee LPDP. Mempersiapkan diri dengan berbagai kemungkinan adalah hal yang saya pelajari dalam mendapatkan beasiswa LPDP. Test TOEFL berkali-kali Banyak hal yang saya lakukan sebelum akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri pada Periode 1 bulan Januari. Saya sudah tes TOEFL selama 6 kali dalam kurun waktu setahun sebelum akhirnya mendapatkan nilai di atas 550. Angka yang saya dapatkan awalnya hanya berkisar 518 – 530. Setelah mempelajari TOEFL di […]

Continue Reading

Mengunjungi Hewan Endemik Sulawesi di Tandurusa

Siang itu (6/3), Kak Teguh mengajak saya dan Yostan untuk berkunjung ke Bitung. Sebuah kota yang memiliki banyak kenangan bagi Kak Teguh selama menjadi observer WWF disana. Menggunakan mobil rental seharga Rp. 250.000 per hari, kami pun berangkat bertiga. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk tiba di Bitung jika ditempuh dari Kota Manado.  Bitung dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia. Terletak di ujung utara Pulau Sulawesi, Bitung merupakan kota pelabuhan yang menghidupi warganya. Disini banyak terdapat pabrik-pabrik ikan kaleng yang kemudian di eksport ke luar negeri. Ikan-ikan […]

Continue Reading

Para Perempuan Hebat di Penjuru Indonesia

Pak Lukas, Bu Lukas dan saya. 😀 The perfect woman you see is a working woman, not an idler , not a fine lady , but one who uses her hands and her head and her heart for the good of others – Thomas Hardy Saya rasa kutipan kata-kata diatas bisa saya sematkan kepada perempuan-perempuan di seluruh Indonesia yang berani mengotorkan tangannya demi keluarganya. Merekalah perempuan yang tak kenal lelah untuk ikut membantu suaminya. cerita ini saya dapatkan setelah saya seringkali berinteraksi dengan para ibu-ibu di berbagai daerah di Indonesia.  Perjalanan […]

Continue Reading

Menjelajah Sebagian Ambon Bareng Bule Gila

Berbicara tentang Travel Mate, saya pernah mendapatkan seseorang yang sangat gila dan seimbang untuk diajak gila-gilaan. Tahun 2014 akhir menjadi tahun yang tidak terlupakan. Hal ini dikarenakan saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi guide bagi seorang bule ‘gila’. Tanggal 9 Desember adalah hari pertama saya bertemu dengannya, kami sama-sama bekerja untuk sebuah LSM di Bali, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI). Tapi ia mendapatkan tugas untuk melakukan penelitian di Ambon, tempat dimana saya bertugas.  Namanya Pim Boute, tapi saya lebih suka memanggilnya Pimmie. Menurutnya panggilan tersebut hanya digunakan oleh neneknya, dan dia […]

Continue Reading

Lebih Mengenal Manusia di Pare

Selama tinggal di Pare terlalu banyak yang bisa saya pelajari. Bukan hanya Bahasa Inggris, tapi lebih bagaimana dekat dengan manusia. Sesuatu hal yang tidak bisa saya dapatkan di kota besar. Semua orang terbuka dan lebih sering tersenyum. Saling menyapa dan bertukar sapa. Senyum yang seringkali dianggap kecil, tak pernah alpa hadir di kota ini.    Suatu ketika saya mencari alamat, ibu-ibu di sekitar rumah masih mampu menunjukkan orang yang saya maksud. Mereka masih mengenal satu sama lain. Masih ada paguyuban ibu-ibu di tukang sayur untuk saling menyapa  Menjadi Manusia Lebih banyak […]

Continue Reading